
INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menilai tren elektabilitas Partai Perindo dalam Pemilu 2019 bergerak positif. Terlebih, keterpilihan partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini kian merangkak naik menjelang Pemilu Serentak 2019.
Menurutnya, tren kenaikan elektabilitas Partai Perindo menjadi peluang besar untuk lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Hal ini ia sampaikan menyusul temuan hasil terbaru Lembaga Survei Charta Politika yang mendapati elektabilitas Partai Perindo sebesar 2,7 persen.
"Partai Perindo punya peluang untuk bisa eksis di Pemilu yang akan datang," ujar Emrus seusai dihubungi, Kamis (17/1/2019).
Selain itu, dalam survei terbaru yang berlangsung pada 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 itu juga menyebutkan figur ketua umum partai politik menjadi pengaruh bagi calon pemilih untuk menentukan pilihan partai politiknya.
Emrus mengatakan pendekatan yang dilakukan Partai Perindo melalui program-program yang ditawarkan juga berkaitan dengan sosok figur ketua umum partai yang memiliki kredibilitas di mata masyarakat.
"Jadi, saya katakan Hary Tanoe sebagai figur sentral di Perindo dan memiliki nilai jual di masyarakat oleh caleg-calegnya di seluruh Indonesia. Menurut saya, Hary Tanoe tokoh yang memang mempunyai gagasan yang sangat luar biasa tentang bagaimana membangun Indonesia dari aspek infrastruktur dan pembangunan lainnya, termasuk di bidang pertanian," ujarnya.
Bahkan, sejumlah program kerakyatan yang diusung oleh partai berlambang burung rajawali ini sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, mulai dari pemberdayaan UMKM mdlalui Gerobak Perindo, pembinaan gabungan kelompok tani (Gapoktan), koperasi nelayan dan lain sebagainya.
"Kita coba lihat, bagaimana Perindo membuat suatu branding yang memang mereka wujudkan untuk Pertanian. Bahwa partai ini ingin menyejahterakan masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah," tuturnya.
Dalam survei terbaru Charta Politika Indonesia, elektabilitas Partai Perindo tercatat sebesar 2,7% mengalahkan PAN (2,6%), PSI (1,5), Hanura (0,6) dan PBB (0,4). Sementara itu, Partai Berkarya (0,3%), Partai Garuda (0,2%) dan PKPI (0,1%) masih mendapatkan suara buncit atau nol koma. [rok]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2QXuZeN
No comments:
Post a Comment