Pages

Saturday, January 5, 2019

ICP 2018 US$67,47/Barel, Gairahkan Investasi ESDM

INILAHCOM, Jakarta - Kondisi ekonomi global sepanjang 2018 yang tak menentu, ternyata membawa berkah bagi investasi sektor ESDM. Terutama naiknya harga minyak dunia.

Nilai investasi ESDM 2018 menggeliat di angka US$32,2 miliar. Sementara tahun sebelumnya hanya US$27,5 miliar. "Investasi sektor ESDM sesuai laporan yang kami terima tahun 2018 itu mencapai US$32,2 miliar. Ini lebih baik dibanding 2017 sebesar US$27,5 miliar. Angkanya dari 2015-2018 itu kurang lebih hampir menyamai investasi di sektor ESDM di 2015 yaitu US$32,3 miliar," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Geliat investasi ini tak lepas dari imbas merangkaknya Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Oil/ICP) dari awal Januari hingga Oktober 2018. Pada bulan tersebut, ICP sempat menyentuh level US$77,5 per barel sebelum akhirnya turun kembali di bulan berikutnya, yaitu US$62,9/barel.

Kondisi ini turut mempengaruhi investasi sektor Migas di 2018 dengan memperoleh nilai US$12,5 miliar. Disusul minerba (US$11,3 miliar), listrik (US$6,8 miliar) dan EBTKE (US$1,6 miliar).

Sementara itu, pemerintah telah melakukan mitigasi kebijakan yang tepat guna agar gejolak ekonomi global yang menekan harga minyak dunia tidak mempengaruhi daya beli masyarakat.

Salah satu hal penting yang diantisipasi adalah komitmen Pemerintah tidak menjaga tarif listrik dan BBM agar terjangkau oleh semua masyarakat hingga akhir 2019. "Yang penting adalah pemerintah tetap berkomitmen untuk tarif listrik itu kan dievaluasi tiap tiga bulan. Tapi sampai akhir tahun diharapkan tidak ada perubahan tarif listrik. Juga harga BBM sampai sekarang untuk premium atau gasoline 88, dan gasoil C48 itu kira-kira pertimbangan untuk (tidak ada) kenaikan harga," tegas Jonan.

Sementara itu, target investasi sektor ESDM di 2019 ditetapkan US$33,34 miliar. Atau turun dari target di 2018 sebesar US$37,2 miliar.

Apalagi mengingat tekanan harga minyak dunia dalam dua bulan terakhir mengalami penurunan. Sebagaimana terjadi pada bulan Desember 2018 lalu, melimpahnya produksi minyak mentah dunia sesuai laporan dari publikasi International Energy Agency (IEA) dan OPEC pada Desember 2018.

Rata-rata produksi minyak mentah OPEC di bulan November 2018, mengalami peningkatan 100 ribu barel per hari, dibandingkan bulan sebelumnya.

Proyeksi pasokan minyak mentah negara-negara non-OPEC di kuartal IV-2018 meningkat 180 hingga 400 ribu barel per hari, menjadi 61,2 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

Belum lagi ditambah kekhawatiran pasar atas melemahnya perekonomian global akibat eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta ketidakpastian Brexit yang dapat membebani perekonomian Eropa.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
1. Melemahnya perekonomian China yang diindikasikan dengan lemahnya pertumbuhan penjualan ritel dan lemahnya pertumbuhan output industri.
2. Lemahnya permintaan minyak mentah jenis direct burning dari Jepang akibat penggunaan bahan bakar pengganti dan kondisi cuaca yang lebih hangat dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktor-faktor diatas mengakibatkan ICP pada Desember 2018 mencapai US$54,81 per barel, turun sebesar US$8,17 per barel dari US$62,98 per barel pada November 2018.

Sementara rata-rata ICP SLC pada bulan Desember 2018 mencapai US$55,63 per barel, turun sebesar US$8,30 per barel dari US$63,93 per barel pada bulan sebelumnya.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Desember 2018 dibandingkan November 2018 sebagai berikut :

- Dated Brent turun sebesar US$7,35 per barel dari US$64,74 per barel menjadi US$57,39 per barel. - WTI (Nymex) turun sebesar USD$7,71 per barel dari US$56,69 per barel menjadi US$48,98 per barel. - Basket OPEC turun sebesar US$6,88 per barel dari US$65,33 per barel menjadi US$58,45 per barel. - Brent (ICE) turun sebesar US$8,28 per barel dari US$65,95 per barel menjadi US$57,67 per barel. [ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2saDjNZ

No comments:

Post a Comment