
INILAHCOM, Jakarta - Ketua PP Bidang Humas Ikadi (Ikatan Dai Indonesia) Khairan menegaskan pihaknya tidak memberikan dukungan kepada dua kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2019.
"Ikadi tidak terlibat dalam hal-hal dukung-mendukung karena kita ormas fokus pada keumatan, bukan partai politik yang terjun ke politik praktis. Kita komitmen dengan AD/ART Ikadi," kata Khairan kepada INILAHCOM, Kamis (24/1/2019).
Menurut dia, Ikadi selaku ormas tentu akan patuh pada peraturan dan undang-undang yang berlaku. Karena, sebagai ormas maka tugas dan fungsi sudah digariskan sehingga tidak dukung-mendukung atau berpolitik praktis.
"Jika ada berita demikian, maka Ikadi kembali kepada aturan yang berlaku. Bahwa tidak benar Ikadi dalam konteks mendukung
Ia mengatakan Ikadi konsentrasi mencerdaskan umat dan membangun bangsa, termasuk mensukseskan perhelatan pemilu presiden dan pemilu legislatif sesuai aturan yang berlaku.
"Kita akan tetap menjaga ukhuwah antar ormas Islam. Kedepan mungkin apa yang telah disepakati mungkin itulah yang akan kita bicarakan keluar," tandasnya.
Untuk diketahui, sejumlah perwakilan dari 14 organisasi kemasyarakatan Islam bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Selasa (22/1/2019).
Perwakilan yang hadir yakni Lutfi A Tamimi (Sekretaris Umum LPOI), Muflich Kholif (wakil dari Syarikat Islam Indonesia/SII), Aris Banaji (Al Washliyah), Anwar Sanusi (Persatuan Tarbiyah Islamiyah/PERTI), Zulkifli (Ittihadiyah), Yunus (HBMI), Yantze (Persatuan Umat Islam/PUI), Deni (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia/PITI).
Selain itu, Mohd Zein (Mathlaul Anwar), Khairan M. Arif (IKADI), Nabil Harun, Mohd. Faisal (Persatuan Islam /PERSIS), Iqbal Sullam (Nahdlatul Ulama), Abdullah Djaidi (Penasihat), Ridlo Baridwan (Penasihat).[ris]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2FUmlvy
No comments:
Post a Comment