
INILAHCOM, Jakarta - IHSG secara teknikal sudah break out resistance dan upper bollinger bands sehingga pada perdagangan Rabu (16/1/2019) terus bergerak menguat menguji FR261,8% di kisaran 6.424.
Menurut analis saham Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi pada area jenuh beli dengan momentum RSI yang cenderung mahal. "Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak menguat tertahan cenderung dihantui aksi profit taking dengan support resistance 6.341-6.424," katanya dalam risetnya, Selasa (15/1/2019).
Untuk saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya TKIM, MAIN, TPIA, INTP, INDF, HMSP, ICBP, WOOD, HOKI.
IHSG pada penutupan kemarin (+1,15%) menguat 72,67 poin ke level 6.408,78 dengan Sektor Konsumer (+1,44%) dan Keuangan (+0,78%) memimpin kontributor penguatan IHSG hingga akhir sesi perdagangan.
Data aktifitas import bulan Desember 2018 rilis paling lambat dalam 18 bulan terakhir dilevel 1,16% YoY setelah pemerintah mengadopsi langkah-langkah tarif yang lebih tinggi pada beberapa barang import. Sehingga posisi defisit neraca perdagangan sedikit berkurang di level US$1,10 Miliar berbanding US$2,05 Miliar pada periode sebelumnya.
Total Akitifitas Export 2018 tumbuh 6,65% dan Import tumbuh 20,15% menjadi trigger positif investor pada perdagangan hari ini. Rupiah menguat terhadap US$ sebesar 0,24% ke level Rp14.090 per US$.
Investor asing pun kembali tercatat net buy 1,91 triliun rupiah dengan komposisi dipapan reguler sebesar Rupiah 840,72 miliar dan di papan negosiasi Rp1,06 triliun. Saham TLKM, BMRI, BBCA, BBRI dan UNVR menjadi top net buy value.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2QNQtKJ
No comments:
Post a Comment