Pages

Wednesday, January 23, 2019

Pertamina Lunasi Bonus Tanda Tangan Blok Rokan

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan, PT Pertamina (Persero) sudah melunasi bonus tanda tangan sebesar US$ 784 juta atau Rp11,3 triliun pengelolaan Blok Rokan.

Kemudian, Pertamina juga sudah bayar jaminan pelaksanaan sebesar 10% dari total komitmen kerja pasti (KKP) yang mencapai US$ 500 juta atau Rp7,2 triliun. Selanjutnya akan dilanjukan dengan penandatanganan kontrak (production sharing contract/psc).

"(Pertamina) Sudah bayar signature bonus, ada beberapa hal yang harus didetailkan," kata Arcandra, di Jakarta, Rabu (22/1/2019).

Menurut dia, penandatanganan kontrak pengolahan Blok Rokan dengan Pertamina selaku opertor, selanjutnya Pertamina boleh melakukan masa transisi pengelolaan Blok Rokan.

"Dia diperbolehkan masa transisi langsung, dan Chevron sudah ada beberapa pembicaraan lah sudah mendekati kata sepakat," ujar dia.

Setelah itu Pertamina, kata dia, diberikan kewenangan untuk menggandeng mitra, untuk mengelola blok migas yang diandalkan sebagai produksi minyak nasional tersebut.

"Itu business to business Pertamina, setelah tanda tangan PSC, diperbolehkan cari partner," kata dia.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu sebelumnya mengatakan, Pertamina sudah membuat anak usaha untuk mengelola Blok Rokan pada 22 Desember 2018, serta menandatangani ketentun dimulainya masa transisi dengan Chevron Pacific Indonesia

Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021 mendatang, maka kontribusi produksi minyak BUMN tersebut meningkat menjadi 60% dari produksi minyak nasional.

Dimana tahun 2018, kontribusi produksi minyak Pertamina sekitar 36%. "Nah di 2021 nanti, kami ekspektasi, kontribusi minyak Pertamina bisa meningkat 50%," tambah Jonan.

Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia. Saat ini, produksinya mencapai 207.000 barel per hari atau setara dengan 26% produksi nasional.

Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina pada 31 Juli 2018. Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut dibandingkan PT Chevron Pacific Indonesia.[jat]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2FQ9lXT

No comments:

Post a Comment