Pages

Sunday, January 13, 2019

SKK Migas Janji Pelototi 4 Proyek Strategis Ini

INILAHCOM, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Kegiatan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bertkead untuk mengawasi perkembangan empat proyek strategis nasional pada tahun ini.

Kepala SKK Migas, Dwi Sucipto menyebut, proyek tersebut antara lain, Indonesian Deep Water Development (IDD), atau pengembangan lapangan migas laut dalam yang dikerjakan Chevron. Pada 2019, proyek ini ditargetkan dilaksanakan tender untuk Engineering Procurement Constructions (EPC). "2019 pelaksanaan Front End Engineering Design (FEED). lalu contract award," kata Dwi pada wartawan di Jakarta.

Apalagi, SKK Migas bersama Chevron memperkirakan estimasi produksi 1,120 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dan minyak sebesar 40 ribu barel per hari (bph). Untuk itu, proyek ini harus dikawal dengan baik. "Rencana onstream pada kuartal pertama tahun 2024. Estimasi biaya pengembangan untuk dua lapangan Gendalo dan Gehem sebesar US$ 5 miliar," ujar Dwi.

Kemudian, Tangguh yang dikerjakan oleh BP Tangguh yang sedang dalam tahapan konstruksi. Nah, untuk tahun ini beberapa kegiatan yang harus selesai dilakukan adalah instalasi fasilitas pipa, kemudian pre commisioning started, dan WDA drilling completed. Estimasi produksi adalah sebesar 70 MMSCFD serta 3 ribu barel per hari (bph) dengan biaya pengembangan mencapai US$8 miliar.

Selanjutnya, pengembangan lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dikerjakan oleh Pertamina melalui PT Pertamina EP Cepu (PEPC).Tahun ini ditargetkan beberapa kegiatan konstruksi sudah harus dilakukan serta pengeboran tiga sumur.

Estimasi produksi sebesar 190 MMSCFD dan ditargetkan bisa menyemburkan gas pada kuartal kedua 2021. Pertamina sendiri harus sediakan biaya pengembangan lapangan sebesar US$ 1,55 miliar

"Diharapkan GPF work engineering konstruksi dan lain, lalu ada kegiatan drilling," ungkap Dwi.

Proyek berikutnya adalah pengembangan lapangan gas abadi Masela. SKK Migas menargetkan Plan of Development (PoD), atau rencana pengembangan Blok Masela, bisa dilakukan pada tahun ini.

Kemudian ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam pengembangan Masela adalah, pengurusan amdal serta survei pertama untuk melakukan konstruksi. Estimasi produksi yang sudah disepakati adalah 9,5 MTPA gas LNG serta 15 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa.

Proyek yang dioperatori Inpex Corporation ini, ditargetkan rampung pada kuartal II-2027 dengan perkiraan investasi US$16 miliar. "Ini jadi pantauan kami untuk empat proyek staregis nasional," tandas Dwi yang mantan Dirut Pertamina itu. [ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2AFW0xF

No comments:

Post a Comment