Pages

Saturday, February 16, 2019

Adu Domba Romawi pada Khalifah dan Pendampingnya

TATKALA tampuk khilafah beralih ke tangan Abdul Malik bin Marwan, Amirul Mukminin menulis surat kepada gubernurnya di Irak, Hajjaj bin Yusuf: "Hendaknya engkau mengirim kepadaku seorang yang mahir dalam hal agama dan dunia, yang akan aku jadikan sebagai teman dan pendampingku."

Lalu diutuslah asy-Syabi dan Amirul Mukminin berkenan menjadikannya sebagai pendamping dan memanfaatkan ilmunya ketika menghadap kesulitan, memakai pandangannya setiap kali membutuhkan dan menjadikan dia sebagai utusannya untuk bernegosiasi dengan raja-raja di muka bumi. Suatu kali asy-Syabi diutus untuk urusan penting menemui Justinian kaisar Romawi. Setibanya beliau di Romawi dan setelah memberikan keterangan, Kaisar Romawi kagum akan kecerdasan dan kelihaiannya, serta takjub akan keluasan wawasan dan kekuatan daya tangkapnya.

Dia bahkan meminta kesediaan asy-Syabi untuk memperpanjang kunjungannya sampai beberapa hari, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Kaisar terhadap para utusan yang lain. Ketika asy-Syabi mendesak agar segera diizinkan pulang ke Damaskus, Justinian bertanya, "Apakah Anda dari keturunan raja-raja?" Beliau menjawab, "Tidak, saya seperti umumnya kaum muslimin." Setelah beliau diizinkan pulang, kaisar berkata, "Jika Anda telah sampai kepada Abdul Malik bin Marwan dan menyampaikan apa yang dikehendakinya, berikan surat ini kepadanya.

Setibanya asy-Syabi di Damaskus, beliau bersegera menghadap khalifah Abdul Malik untuk melaporkan apa yang dia lihat dan dia dengar. Ketika hendak beranjak pulang, beliau berkata, "Wahai Amirul Mukminin, kaisar Romawi juga menitipkan surat ini untuk Anda," kemudian beliau pulang. Ketika Amirul Mukminin membaca surat tersebut, beliau berkata kepada pembantunya, "Panggillah asy-Syabi kemari." Maka asy-Saybi kembali menghadap khalifah.

Khalifah: "Tahukah engkau, apa isi surat ini?"
Asy-Syabi: "Tidak wahai Amirul Mukminin."
Khalifah: "Kaisar Romawi itu berkata, Saya heran bagaimana bangsa Arab mau mengangkat raja selain orang ini (asy-Syabi)?"
Asy-Syabbi: "Dia berkata demikian karena belum pernah berjumpa dengan Anda. Andai saja dia pernah melihat Anda, tentulah dia tak akan berkata demikian."
Khalifah: "Tahukah Anda, mengapa Kaisar Romawi menulis seperti ini?"
Asy-Syabi: "Tidak wahai Amirul Mukminin."
Khalifah: "Dia menulis seperti itu karena iri kepadaku lantaran memiliki pendamping sepertimu, lalu dia hendak memancing kecemburuanku sehingga aku akan menyingkirkan dirimu."

Ketika pernyataan Abdul Malik ini sampai ke telinga Justinian, dia berkata, "Demi Allah, memang tidak ada maksud lain dariku selain itu." [*]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2SCOMWq

No comments:

Post a Comment