
INILAHCOM, New York - Investor miliarder asal AS, Warren Buffett tetap tidak tertarik dengan bitcoin karena cenderung sebagai khayalan kalau tidak boleh menyebutnya sebagai penipuan.
"Bitcoin tidak memiliki nilai unik sama sekali. Pada dasarnya ini adalah khayalan," kata Buffett seperti mengutip cnbc.com, Senin (25/2/2019).
CEO Berkshire Hathaway mengatakan dia bersimpati kepada keyakinan orang yang membeli mata uang digital terbesar di dunia. Apalagi dengan harapan akan mengubah hidup mereka. Bitcoin telah kehilangan lebih dari 80 persen nilainya sejak mencapai level tertinggi di dekat US$20.000 pada akhir 2017. Crypocurrency diperdagangkan mendekati US$3,781 pada hari Senin, menurut data dari CoinDesk.
"Itu menarik para penipu," kata Buffett. "Jika kamu melakukan sesuatu yang palsu dengan pergi keluar dan menjual yo-yo atau sesuatu, tidak ada uang di dalamnya. Tetapi ketika kamu masuk ke Wall Street ada uang yang sangat besar."
Buffett telah lama menjadi kritikus cryptocurrency. Dia menyebut bitcoin mungkin racun tikus kuadrat, jelang pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway 2018. Sebuah fatamorgana, bukan mata uang dan tulip adalah di antara deskriptor yang digunakan Buffett untuk bitcoin, menurut Warren Buffett.
Dia memang menunjukkan potensi dalam blockchain teknologi "penting" bitcoin. Tetapi dia mengatakan keberhasilannya tidak tergantung pada cryptocurrency.
Buffett tidak sendirian dalam keraguannya. Para pemimpin bisnis termasuk Bill Gates, ekonom Nouriel Roubini dan Robert Shiller, dan manajer dana Ray Dalio dan Howard Marks adalah di antara mereka yang mempertanyakan legitimasi bitcoin.
CEO JP Morgan, Jamie Dimon juga kritikus vokal terhadap bitcoin. Namun awal bulan ini, J.P. Morgan menjadi bank besar pertama yang meluncurkan mata uang kripto miliknya sendiri untuk pembayaran lintas batas.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2BTb8IL
No comments:
Post a Comment