Pages

Tuesday, February 19, 2019

Era Jokowi (Katanya) Surplus Beras, Lha Kok Impor?

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat ekonomi Fithra Faisal Hastiadi bilang, impor pangan bukan hal yang tabu. Di era perdagangan bebas dunia, banyak negara melakukannya.

"Impor itu bukan hal yang tabu. Semua negara pasti impor. Tidak ada negara yang tidak impor karena memang ini mekanisme supply and demand," kata Fithra di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Fithra menjelaskan, setiap negara yang melakukan kegiatan perdagangan internasional, pasti melakukan impor. Meski harus terjadi perdebatan data terlebih dahulu, seperti di Indonesia.

Pengajar FE Universitas Indonesia ini menilai, impor pangan masih diperlukan sebagai upaya stabilisasi harga. Tujuannya jelas untuk melindungi daya beli masyarakat serta menjaga inflasi tetap stabil.

Namun, apabila pemerintah menyatakan terdapat surplus produksi beras sebanyak tiga juta ton pada 2018 dan harga masih mengalami kenaikan, hal itu terjadi lantaran biaya logistik yang mahal.

"Seharusnya harga sudah bisa stabil dengan sendirinya kalau memang itu bisa didistribusikan dengan baik. Permasalahannya mungkin kita bicara mengenai ongkos logistik yang mahal," katanya.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bustanul Arifin mengatakan, suatu negara mendapatkan label swasembada apabila produksi pangan minimal 80% dari total kebutuhan.

Jika menilik data produksi beras dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencapai 32,4 juta ton dengan konsumsi sebanyak 29,5 juta ton, maka Indonesia sudah surplus hampir tiga juta ton. "Jika melihat itu, Indonesia sekarang memang swasembada," katanya.

Meski demikian, swasembada pangan bukan berarti tidak perlu melakukan impor. Sah-sah saja dilakukan untuk mencegah kenaikan harga.

Sebelumnya, isu impor pangan mengemuka dalam debat capres putaran kedua, ketika calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempertanyakan impor pangan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa impor pangan masih dibutuhkan sebagai cadangan strategis untuk menstabilkan harga atau apabila terjadi gagal panen dan bencana alam. [tar]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2tus9V8

No comments:

Post a Comment