
INILAHCOM, London - HSBC Holdings PLC melaporkan laba kuartal keempat 2018 ternyata lebih rendah dari yang diharapkan sebelumnya.
Pemicunya karena pasar keuangan yang berombak, ketegangan perdagangan AS dan China dan ketidakpastian Brexit membebani bank global.
Saham HSBC pada perdagangan Selasa (19/2/2019) merosot 2% di bursa Hong Kong setelah mengatakan pertumbuhan biaya melebihi pendapatan pada akhir tahun 2018. Raksasa keuangan asal Inggris ini mengatakan pelanggan menunda bisnis ketika pasar berubah volatile tahun 2018 lalu.
Kondisi ini memukul pendapatan di bisnis pasar global dan perbankan ritel serta unit manajemen kekayaan. HSBC melaporkan laba bersih setahun penuh mencapai US$$12,6 miliar, kurang dari yang diperkirakan analis sebesar US$13,71 miliar.
Kepala Eksekutif HSBC, John Flint dalam sebuah wawancara mengatakan bank telah berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target pengendalian biaya kuartal keempat hingga pendapatan turun di beberapa bagian bank pada bulan November. "Kuartal keempat sarat masalah dan bahwa bank mulai 2019 dalam posisi berbeda secara fundamental," dia mengatakan itu dalam sebuah wawancara seperti mengutip marketwatch.com.
Mr Flint menandai tahun pertamanya sebagai CEO dan tidak memberi sinyal perubahan dalam pembaruan strategi pada fokus HSBC pada Asia untuk mendongkrak pertumbuhan.
Dia mengatakan perselisihan perdagangan antara AS dan China tidak memiliki dampak pada kualitas kredit pelanggan tetapi telah mengakibatkan permintaan pinjaman yang lebih lemah. Ketua HSBC, Mark Tucker dalam sebuah pernyataan Selasa mengatakan perselisihan antara AS dan China kemungkinan akan terus "menginformasikan sentimen" tahun ini.
Bank mengatakan menyesuaikan ketentuan untuk potensi kerugian pinjaman terkait dengan perdagangan dan ketegangan seiring perang tarif. Pihaknya akan mengambil biaya US$165 juta pada kuartal keempat untuk mencerminkan peningkatan tingkat ketidakpastian ekonomi di Inggris dari keputusannya keluar dari Uni Eropa.
Mr Flint mengatakan bank siap untuk Brexit tetapi ketidakpastian tentang ketentuan keluar telah menyebabkan beberapa bisnis menunda investasi dan bahwa "pelanggan sangat membutuhkan kepastian."
Pendapatan setahun penuh di bank adalah sebesar US$$53,78 miliar, naik dari US$51,4 miliar pada 2017. Pendapatan kuartal keempat naik di HSBC tetapi beberapa unit membukukan penurunan dua digit.
Mr Flint mengatakan perputaran bisnis bank AS masih dalam proses dan masih memiliki "jalan panjang" untuk mencapai pengembalian 6% pada target ekuitas pada tahun 2020.
Juga pada hari Selasa, HSBC mengatakan Komisi Eropa telah meminta informasi tentang potensi koordinasi dalam perdagangan opsi valuta asing.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GUPJT3
No comments:
Post a Comment