
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, kondisi kualitas air sungai dan danau secara nasional disebut masih kurang baik dan cenderung terjadi penurunan kualitas air. Bahkan 16 provinsi mengalami kecenderungan penurunan indeks kualitas sungai.
Namun begitu, perbaikan terus menerus dilakukan oleh pemerintah. "Perbaikan di Aceh, Jambi, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Maluku," kata Siti dalam acara Rakornis yang digelar Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada 26 Februari sampai 1 Maret 2019 di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (27/2/2019).
Dia merinci, tahun 2015 titik pemantauan kualitas udara hanya mencakup 150 kota. Sedangkan 2019 ini, jumah pemantauan mencakup 400 kota dengan jumlah sampel uji mencapai 1.600 sampel uji.
Sementara itu, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK Karliansyah menyebut, pada 2019 ini KLHK mulai mencoba untuk melakukan pengukuran Indeks Kualitas Air Laut. Kemudian, mengembangkan Indeks Kerusakan Lahan yaitu Indeks Kerusakan Ekosistem Gambut dari perhitungan sebelumnya yang lebih difokuskan pada media lingkungan yaitu air, udara dan lahan / hutan.
"IKLH terus disempurnakan kualitasnya agar dapat mencapai indeks lingkungan hidup yang ideal dan mendekati kondisi realitas senyatanya di lapangan," kata Karliansyah.
Dia merinci, selama 4 tahun ini, KLHK berinovasi untuk memperkuat moral capital dan social capital misalnya dengan pembangunan Ekoriparian yang melibatkan masyarakat untuk merestorasi daerah sempadan sungai dengan menjadikan ruang publik sehingga masyarakat malu jika membuang limbah dan sampah di sungai.
Kemudian, gerakan Bersih Pantai (Coastal Clean Up) yang dimulai pada tahun 2015 dan telah dilaksanakan di 45 pantai di Indonesia dengan melibatkan tidak kurang dari 25.000 peserta, serta Car Free Day untuk mengurangi pencemaran udara perkotaan.
Adapun Rakornis diadakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK pada 26 Februari 1 Maret 2019 di Hotel Shangri-La Jakarta.
Tujuan Rakernis ini adalah tercapainya kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam bidang pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan. Rakernis dihadiri sekitar 300 peserta yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, Kementerian/Lembaga, akademisi, serta para pelaku usaha.[jat]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2XlICJ3
No comments:
Post a Comment