Pages

Monday, February 18, 2019

Pertahankan Iman dan Lepas dari Siksaan Nabi Palsu

ABU Muslim al-Khaulani adalah seorang yang kokoh imannya, pantang kompromi dengan kebatilan dan senantiasa menyerukan kebenaran. Dia mengikhlaskan hidupnya untuk Allah Subhanahu wa Taala semata. Dia menjauhi kesenangan dunia dan perhiasannya, bernadzar bahwa hidupnya akan digunakan untuk menaati Allah Subhanahu wa Taala serta mendakwahkan agamanya. Dijualnya murah-murah kenikmatan sementara di dunia untuk ditukar dengan kenikmatan abadi. Tak heran bila orang-orang menyambutnya dengan baik, memandangnya sebagai orang yang suci jiwanya dan mustajab doanya di sisi Rabb-nya.

Aswad al-Ansi sudah gatal untuk menangkap Abu Muslim lalu menghukumnya sekeras mungkin. Agar orang lain yang akan menentangnya gentar dan dapat ditundukkan. Maka, dia perintahkan prajuritnya mengumpulkan kayu bakar di lapangan Shana, lalu disulut dengan api. Orang-orang dipanggil untuk menyaksikan bagaimana seorang ahli fikih di Yaman dan ahli ibadahnya Abu Muslim al-Khaulani hendak "bertobat" kepada Aswad dan mengimani kenabiannya.

Sampailah waktu yang telah direncanakan, Aswad al-Ansi memasuki lapangan yang telah dipadati manusia. Dia berjalan dengan kawalan ketat, kemudian duduk di atas kursi kebesaran di depan api yang menyala-nyala. Sejurus kemudian, Abu Muslim al-Khaulani diseret ke tengah arena. Pendusta yang kejam itu memandang Abu Muslim dengan congkak, lau berpaling ke arah api yang berkobar dan menjilat-jilat seraya bertanya,

Aswad: "Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah?"
Abu Muslim: "Benar, Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Dialah sayyidul mursalin dan penutup para Nabi."
Dahi Aswad al-Ansi menggerutu. Kedua alisnya bertaut pertanda marah.
Aswad : "Apakah Engkau bersaksi bahwa aku adalah rasul Allah?"
Abu Muslim: "Telingaku tersumbat, tak bisa mendengar kata-katamu."
Aswad : "Kalau begitu, aku akan mencampakkanmu ke dalam api itu."

Abu Muslim: "Bila engkau membakar aku dengan api dari kayu, engkau akan dibalas dengan api yang bahan bakarnya manusia dan batu-batu, di bawah penjagaan malaikat-malaikat yang perkasa, yang tidak menentang Allah Subhanahu wa Taala dan senantiasa mematuhi perintah yang diberikan kepada mereka.
Aswad : "Aku tidak tergesa-gesa, aku beri engkau kesempatan untuk menggunakan otakmu. Apakah engkau tetap mengakui bahwa Muhammad adalah rasul Allah?"
Abu Muslim: "Benar. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Allah mengutusnya dengan membawa agama dan petunjuk yang benar. Allah menutup seluruh risalah-Nya dengan risalah yang dibawa oleh Muhammad."
Aswad al-Ansi meninggikan nada suaranya.
Aswad : "Kamu bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?"
Abu Muslim: "Sudah aku katakan kepadamu, bahwa telingaku tersumbat sehingga tak bisa mendengar kata-katamu itu."

Semakin naik pitamlah Aswad al-Ansi mendengar ketegasan jawaban, ketenangan serta ketegarannya. Dia hendak memerintahkan agar Abu Muslim al-Khaulani dicampakkan ke dalam api, tapi tangan kanannya berusaha mencegahnya seraya berbisik di telinganya: "Anda tahu bahwa orang ini berjiwa suci, doanya mustajab, sementara Allah tak pernah membiarkan hamba-Nya yang beriman di saat-saat kritis. Bila Anda lemparkan dia ke dalam api lalu ternyata Allah menyelamatkannya, maka semua yang kau bina dengan susah payah ini akan hancur dalam sekejap, karena orang-orang akan mengingkari kenabianmu saat itu juga. Bila engkau membakarnya dan dia mati, orang-orang akan mengaguminya, bahkan menyanjungnya sebagai syuhada. Oleh karena itu, lebih baik Anda melepaskan dia, asingkan saja dia dari negeri ini. Hindarilah dia, engkau akan menjadi lebih tenang dan bisa santai."

Nabi palsu itu menerima saran tersebut. Dia membebaskan Abu Muslim lalu mengusirnya keluar dari Yaman. Berangkatlah Abu Muslim al-Khaulani menuju Madinah dan sangat berharap dapat menjumpai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau sudah beriman sebelum bertemu Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan rindu untuk mendampingi beliau sebagai sahabat. Tapi sayang, belum lagi memasuki Madinah, beliau mendengar kabar bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah wafat dan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu terpilih sebagai khalifah kaum muslimin. Tak terkira betapa kecewa beliau mendengarnya.

[baca lanjutan]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GMN39S

No comments:

Post a Comment