
INILAHCOM, Jakarta - Tak biasanya Menko Perekonomian Darmin Nasution punya pandangan kritis terhadap para pelaku travel haji dan umrah di dalam negeri. Begini kata dia.
Darmin memaparkan pengalaman ketika melaksanakan ibadah umrah. Sempat kaget lantaran koper yang digunakan jamaah umrah ternyata impor dari China (Tiongkok).
"Saya pernah ikut umrah dan ngobrol dengan kelompok lain, itu kan tas koper bagus dan keren apa tampilannya, warnanya begitu ditanya itu buatan China semua," cerita Darmin saat menjadi pembicara dalam acara Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI) bertajuk Manajemen Bisnis Syariah Pada Travel Haji dan Umrah di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (6/3/2019).
Pantas saja, lanjut Darmin, neraca perdagangan antara Indonesia dan China, selalu tekor. Lantaran banyaknya produk China yang masuk ke tanah air, termasuk yang tadi itu, koper untuk haji dan umrah.
"Kita enggak bisa mengumpulkan energi dan dana untuk membangun industri untuk itu sehingga tidak memperparah defisit kita terhadap China," katanya.
Darmin menjelaskan, ekonomi syariah di Indonesia mempunyai pangsa pasar yang besar. Sayangnya, sektor riil belum bergerak baik. Tahun ini saja jumlah daftar tunggu alias waiting list ibadah haji mencapai 4,34 juta jamaah. Sedangkan waiting list 2020 mencapai 5,2 juta orang dengan dana haji mencapai Rp147,6 triliun. "Ini pangsa pasar yang besar," katanya.
Maka dari itu, Darmin meminta pelaku ekonomi syariah menggunakan peluang ini untuk membangun industri syariah. Salah satu contohnya adalah memproduksi tas dan koper dalam negeri yang bisa digunakan oleh jemaah haji dan umrah. "Ini membantu mengurangi defisit transaksi berjalan dengan China," katanya. [ipe]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2TzhuqN
No comments:
Post a Comment