Pages

Monday, April 8, 2019

Bahas POD Masela Alot, Targetnya Pertengahan 2019

INILAHCOM, Jakarta - Pembahasan Plan Of Development (POD) Blok Masela, saat ini, masih berlangsung antara pemerintah dengan Inpex selaku operator. Ditargetkan rampung tahun ini.

Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, semua pihak sedang mengebut pembahasan Blok Masela ini. Lanjut dia, semester I tahun ini seluruh pembahasan harus segera selesai. "Semua pembahasan harus selesai semester I tahun ini," ujar Dwi di kantor Kementerian ESDM, Senin (8/4/2019).

Dia menjelaskan, alotnya pembahasan Masela ini soal belanja modal (capital expenditure/capex). Sebab, persoalan Capex harus betul betul dihitung secara terliti dan rasional. Pasca perhitungan capex, kedua belah pihak baru melanjutkan pembahasan ke persoalan keekonomian proyek.

"Makanya kami hitung sekarang berapa capex yang reasonable. Sebab, kalau tidak sesuai standar maka perlu ada insentif insentif," ujar dia.

Sebelumnya, dia mengtakan pembahasan lapangan gas abadi di Blok Masela telah mengerucut dan akan mencapai sebuah kesepakatan.

Namun, dia tidak merinci pengerucutan pemahaman itu samapai dimana. Hanya saja, kata dia, setiap hari SKK dan Inpex selalu melakukan pembahasan berkaitan pengelolaan blok tersebut.

"Sekarang running hampir setiap hari diskusi dengan Inpex biar selesai. Mulai mengerucut dan mendekat (pembahasan blok Masela)," kata Dwi di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Menurut dia, apabila dalam perjalanan ada perbedaan pandangan atau gap soal investasi, pihaknya langsung mencarikan solusi terbaik. Sebab, pengelolalan blok Masela masih menggunakan skema cost recovery.

Maka, kata dia, perlu kehati-hatian betul dalam menyelesaikan setiap masalah di blok tersebut. Sebab, apabila tidak, maka pada akhirnya akan membebani negara dalam mengganti biaya yang dikeluarkan.

"Kan ini cost recoveri, realisasi akan kami lihat. Ini semua planning, kalau di planning masih ada gap, maka kita bisa upayakan cari solusi bahwa kami akan lihat dengan realisasi nya nanti," kata dia.

Namun, kata dia, ada peluang skema bagi hasil dalam pengelolaan blok ini. Namun, skema ini baru sebatas perencanaan dan belum disepakati. "Bisa saja nanti split yang di desain hari ini, insentif yang diberikan hari ini bisa saja nanti di review pada saat realisasi nanti. Karena ini, kami berdebat dengan sebuah rencana. Padahal realisasi nya dilihat pada saat pelaksanaan project," kata dia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, lamanya pembahasan di blok Masela ini terkait biaya investasi. Pemeintah, lanjut dia, mengantisipsi biaya investasi yang terlampau mahal atau terlalu minimum. Melainkan biaya yang rasional. "Dari SKK juga tak boleh dalam kalkulasi juga ambil asumsi-asumsi yang apa namanya minimum. Kami harus titik semuanya rasional," kata dia. [ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2U1LkAl

No comments:

Post a Comment