
INILAHCOM, Jakarta - Kemenko Perekonomian keberatan jika perekonomian Indonesia yang tumbuh 5%, disebut bisa direalisasikan tanpa campur tangan pemerintah.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kemenko Perekonomian, Hermin Esti Setyowati mengatakan, tim ekonomi di Kabinet Kerja telah berupaya keras dalam melakukan pembenahan terkait perekonomian.
Pembenahan yang dilakukan tidak hanya berpusat pada kebijakan penguatan fiskal dan moneter yang konsisten. "Tetapi juga penguatan daya saing melalui pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus peningkatan ekspor dan investasi," kata Hermin dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (5/4/2019).
Berimbangnya konsistensi fiskal dan moneter selaras yang diselaraskan dengan penguatan daya saing membuat perekonomian Indonesia mampu bertahan di level aman 5,17% pada tahun 2018.
Angka ini, kata Hermin, aman karena di tengah ketidakpastian global akibat perang dagang yang menyebabkan kinerja perekonomian negara berkembang lainnya turun.
Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,17% dengan stabil dicapai sejalan dengan perbaikan indikator sosial, seperti tingkat kemiskinan di level 9,66%; gini rasio 0,384; dan tingkat pengangguran 5,34%.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, tidak mungkin tercapai perbaikan pertumbuhan ekonomi dan sekaligus indikator-indikator sosial secara bersamaan tanpa adanya intervensi pemerintah dalam bentuk kebijakan dan regulasi yang bekualitas," jelas Hermin.
Tidak hanya itu, kombinasi kebijakan ini juga telah terbukti tidak hanya mampu menstabilkan pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia ke level yang lebih aman. Berdasarkan, Global Competitive Index (GCI), peringkat Indonesia ada di rangking 45 pada tahun 2018, atau meningkat dua peringkat dari tahun sebelumnya.
Menurut Hermin, kenaikan peringkat daya saing Indonesia ini setelah pemerintah melakukan perbaikan kebijakan dari sisi infrastruktur, stabilitas makroekonomi, teknologi informasi, skill, dan iklim usaha.
"Dengan begitu, tanpa intervensi pemerintah, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mungkin dapat mencapai titik stabil dan aman yang secara bersamaan memiliki daya saing yang kuat seperti saat ini," ungkap dia. [ipe]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2TWqfYh
No comments:
Post a Comment