Pages

Thursday, April 25, 2019

Produksi Migas Blok Mahakam Belum Kencang

INILAHCOM, Jakarta - Produksi minyak dan gas bumi (Migas) di Blok Mahakam, Kalimantan Timur rupanya belum bisa ditingkatkan, meski pengeboran sumur sudah diperbanyak.

Sampai saat ini, tercatat sudah dilakukan pengeboran di 31 sumur. Namun sampai saat ini realisasi memang masih dibawah target yang sudah direncanakan.

"Target april 33 sumur terdiri dari swamp 28 sumur dan offshore sebanyak lima sumur, realisasi 31 sumur , swamp 26 dan offshore lima sumur," kata Deputir Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman, Kamis (25/4/2019).

Produksi gas di blok Mahakam yang saat ini dikelola oleh Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Hulu Mahakam ternyata masih menunjukkan tren penurunan sejak diambil alih dari Total E&P Indonesie.

Hingga akhir Maret lalu atau kuartal I tahun 2019, produksi gas dari Mahakam tercatat hanya sebesar 726 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Nah, dari sisi realisasi secara keseluruhan juga masih dibawah target baik minyak maupun gas. Untuk gas realisasi ini baru 96,8% dari target Work Plan and Budget (WPNB) yang disepakati bersama SKK Migas tahun ini sebesar 750 mmscfd. Sementara realisasi produksi minyak dan kondensat sebesar 38 ribu barel per hari (bph), dari target 50 ribu bph.

Sebenarnya realisasi pada kuartal I sudah bisa melampaui Rencana Kerja Anggarap Perusahaan (RKAP) perusahaan dimana produksi minyak dipatok 30,4 ribu bph dan produksi gas dipatok sebesar 715 MMSCFD.

"Namun demikian, tetap akan dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produksi baik dari kegiatan pengeboran, WO/WS (work over atau well service), ataupun penerapan teknologi," jelas Fatar.

Selain itu, PHM juga akan melakukan kegiatan lain. Rincinya, perawatan sumur 6.423 kegiatan, melaksanakan shut in build up (SIBU) yakni pengelolaan secara terencana menutup katup kepala sumur dan membuka kembali ketika gas telah terkumpul di 840 unit sumur, MLP unit, Tambora Low Pressure, Go Deeper, Shallow Reservoir.

SKK Migas kata Fatar memang sudah memperkirakan untuk tahun ini produksi di Mahakam tidak akan mencapai kejayaannya beberapa tahun lalu.

Sulit meningkatnya produksi di Mahakam menurut Fatar adalah ampak dari tidak mulusnya proses transisi dari Total ke Pertamina pada 2017. "Kalau dia mau sama seperti sebelumnya, harus 400 sumur dibor, tapi kan tidak mungkin. Pada 2017 harusnya mereka mengebor lebih dari 100 sumur, tapi cuma 13 sumur. Jadi dampaknya sekarang. tidak salah juga Pertamina," ujar Fatar.

Dua tahun lalu produksi gas di Mahakam bisa mencapai lebih dari 1.286 MMSCFD. Bahkan pada 2018, produksi Mahakam sudah turun menjadi 832 MMSCFD, dibawah target yang dipatok pemerintah sebesar 1.110 MMSCFD. [ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2ZwMgRk

No comments:

Post a Comment