
INILAHCOM, Jakarta - Mahasiswa diharapkan ikut mengawasi proses pemilu presiden dan pemilu legislatif yang digelar serentak pada 17 April 2019. Tujuannya untuk mencegah indikasi kecurangan-kecurangan, karena mahasiswa merupakan agen perubahan yang dianggap kritis.
"Untuk mencegah berbagai kecurangan, mahasiswa FISIP UMJ akan diterjunkan sebagai bentuk partisipasi politik dalam menjaga proses pemilu 2019," kata Ketua LIGS (Laboratorium of Indonesian & global studies) FISIP UMJ, Usni Hasanudin, Sabtu (6/4/2019).
Menurut dia, mahasiswa akan difokuskan untuk turut mengawasi proses pemilu serentak sementara di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan meskipun terdapat beberapa indikasi titik rawan kecurangan di wilayah Jabodetabek.
Sementara Kepala Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Lusi Andriyani menjelaskan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam mengawal jalannya proses pemilu presiden dan pemilu legislatif 2019.
"Dengan Pilpres-Pileg 2019 serentak yang begitu ribet, sangat berpotensi untuk melakukan kecurangan. Dan inilah tugas mahasiswa untuk mengawal sehingga tidak terjadi kerurangan dalam pemilu," kata Lusi.
Menurut dia, mahasiswa FISIP UMJ akan dikerahkan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Karena, mahasiswa mempunyai sifat yang jeli, melek politik dan lainnya.
"Mahasiswa FISIP UMJ mengawasi pada 20 TPS Jabodetabek," tandasnya. [ton]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2YQ0EUB
No comments:
Post a Comment