
INILAHCOM, Jakarta - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp13,63 triliun atau setara Rp117,2 per saham.
Menurut Mindaugas Trumpaitis, Direktur Utama HM Sampoerna, rencana ini mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Perseroan mempertahankan posisi kepemimpinan di Indonesia dengan pangsa pasar 33,0% dan volume penjualan tahunan sebanyak 101,4 miliar unit.
Pangsa pasar perseroan mencakup 30,2% dalam segmen sigaret kretek mesin, 60,9% dalam segmen sigaret putih mesin, dan 37,7% dalam segmen sigaret kretek tangan.
Sepanjang tahun 2018 kemarin, HMSP melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp106,7 triliun dan laba bersih sebesar Rp13,5 triliun. Masing-masing menunjukkan peningkatan sebesar 7,7% dan 6,8% dibanding 2017. Perusahaan menyatakan dividen sebesar Rp 117,2 per saham untuk 2018, seperti mengutip keterangan perseroan akhir pekan ini.
Sementara untuk kinerja pada kuartal I/2019, dari estimasi perseroan mengalami penurunan kinerja sebesar 0,8%. Hal ini terutama disebabkan oleh pergerakan persediaan barang dagang pada kuartal ini, menyusul absennya kenaikan pajak cukai pada Januari 2019.
Pangsa pasar dan volume penjualan mengalami sedikit penurunan sebesar 32,2% dan 22,1 miliar unit, yang utamanya disebabkan oleh total pasar yang lebih rendah dan selisih harga ritel A Mild terhadap merk pesaing yang semakin besar setelah kenaikan harga pada Oktober 2018.
Pendapatan bersih dan laba bersih tumbuh sebesar 2,9% dan 8,4% menjadi Rp23,8 triliun dan Rp3,3 triliun, didorong oleh harga yang lebih tinggi di berbagai merek dalam portofolio.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau dikenal dengan nama HM Sampoerna Tbk (HMSP) didirikan tanggal 27 Maret 1905 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1913 di Surabaya sebagai industri rumah tangga.
HM Sampoerna memiliki 5 pabrik, yakni: dua pabrik Sigaret Kretek Mesin (SKM) di Pasuruan dan Karawang serta lima pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan lokasi sebagai berikut: tiga pabrik di Surabaya serta masing-masing satu pabrik di Malang dan Probolinggo. Sampoerna bermitra dengan 38 Mitra Produksi Sigaret (MPS). HMSP juga memiliki kantor perwakilan korporasi di One Pacific Place, lantai 18, Sudirman Central Business District (SCBD), Jln. Jend. Sudirman Kav. 52 53, Jakarta 12190.
Induk usaha HM Sampoerna adalah PT Philip Morris Indonesia (menguasai 92,50% saham HMSP). Sedangkan induk usaha utama HM Sampoerna adalah Philip Morris International, Inc. Sedangkan saham publik sebesar 7,5%.
Ruang lingkup kegiatan HMSP meliputi manufaktur dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain. Merek-merek rokok HM Sampoerna, antara lain: A Mild, Dji Sam Soe, Sampoerna Kretek, U mild dan mendistribusikan Marlboro.
Harga saham HMSP pada penutupan Jumat (10/5/2019) di Rp3.510 per saham dari pembukaan di Rp3.550 per saham.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2VXTqPw
No comments:
Post a Comment