Pages

Sunday, July 7, 2019

ECB Masih Miliki Paket Stimulus Jelang Suksesi

INILAHCOM, Paris - Gubernur bank sentral Prancis belum mengabaikan lebih banyak stimulus untuk zona euro yang akan datang pada awal musim panas ini.

Kebijakan ini menjelang datangnya Christine Lagarde sebagai presiden baru Bank Sentral Eropa (ECB).

Mario Draghi, presiden saat ini, meletakkan dasar bagi penggantinya dalam sebuah pidato baru-baru ini, ketika ia membuka jalan bagi stimulus lebih banyak di zona euro, yang dapat mengambil bentuk program pembelian obligasi skala besar lainnya.

Banyak pengamat pasar melihat ini ketika Draghi mengikat penggantinya, sekarang karena menjadi Lagarde pada bulan November,ke jalur kebijakan moneter yang mudah. Tetapi Franois Villeroy de Galhau, gubernur bank sentral Prancis dan anggota Dewan Pemerintahan di ECB, mengatakan program stimulus dapat diluncurkan sebelum itu, jika diperlukan.

"Jika kita berbicara tentang kebijakan moneter, kita memiliki beberapa Dewan Pemerintahan yang akan datang, di bulan depan, termasuk dengan Mario Draghi. Dan jika dan ketika dibutuhkan, tidak boleh ada keraguan tentang tekad kami untuk bertindak dan kapasitas kami untuk bertindak," katanya dalam sebuah konferensi ekonomi di Aix-en-Provence di Prancis selatan akhir pekan lalu seperti mengutip cnbc.com.

"Kami melihat pasar, tetapi kami tidak tergantung pasar, kami tergantung data. Dan jika kita melihat sinyal ekonomi, ada perlambatan yang berkelanjutan tetapi ada juga kenaikan upah yang signifikan penciptaan lapangan kerja yang signifikan di kedua sisi Atlantik. Jadi mari kita tunggu Dewan Pemerintahan kita berikutnya, dan ada beberapa yang akan datang, untuk menilai data dan kemudian memutuskan."

Ketika ditanya tentang kemungkinan bahwa lebih banyak stimulus akan diumumkan pada bulan Desember, ketika bank sentral merilis proyeksi ekonomi baru, ia menegaskan ada banyak pertemuan sebelumnya.

"Seperti yang saya katakan kita akan memiliki beberapa Dewan Pemerintahan yang akan datang, namun tidak termasuk tindakan pada pertemuan ECB bulan ini."

Dia menambahkan bahwa bank sentral belum memutuskan alat kebijakan moneter spesifik apa yang dapat digunakan, menyerukan pendekatan pragmatis.

"Banyak hal yang mungkin tetapi tidak ada yang diputuskan hari ini. Mari bersikap pragmatis dalam pertemuan kita berikutnya (ECB)," katanya.

ECB ingin mengakhiri era pelonggaran moneter pada akhir tahun 2018 tetapi ketidakpastian perdagangan berarti perubahan arah bagi banyak bank sentral di seluruh dunia. Bank sentral zona euro kini telah menyediakan ketentuan likuiditas untuk bank-banknya dan telah membuka jalan bagi stimulus yang jauh lebih besar.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Ji1V0O

No comments:

Post a Comment