
INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengatakan pihaknya akan menyiagakan 16.000 personel gabungan TNI-Polri dan Pemprov DKI untuk mengamankan proses kampanye pesta demokrasi Pemilu 2019 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Intinya adalah khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, bagaimana bisa mengawal pelaksanaan pengamanan kampanye yang akan berlangsung sejak kemarin 23 September, yang sudah berlangsung deklarasi damai di Monas. Serta bagaimana bisa kita mengelola dengan stakeholder yang lain dari jajaran Kodam Jaya, pemerintah daerah DKI, linmas dan seluruh stakholder yang lain, agar ini bisa berjalan dengan aman, tertib, dan lancar," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/9/2018).
Idham mengaku, jika memang dalam pelaksanaan pengamanan ke depannya, pihak Polda Metro Jaya kekurangan personel, maka akan meminta personel cadangan ke Mabes Polri.
"Untuk pengamanan (kampanye-kampanye) kita turunkan 2/3 dari kekuatan kita. Kurang lebih Polda Metro Jaya itu 16 ribuan bersama dengan teman-teman TNI. Itu juga tentu kita melihat situasi kalau nanti kekurangan kita lapor ke Mabes Polri. Mungkin nanti kita back up oleh pasukam cadangan dari Mabes Polri," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam pengamanan tersebut yang paling diantisipasi adalah menyangkut masalah terorisme. Kedua soal kejahatan-kejahatan yang bisa menggangu situasi kamtibmas di Jakarta.
"Ketiga, karena sudah masuk masa kampanye, yang kita antisipasi kampanye hitam, hoax yang bisa membuat situasi masyarakat jadi terpecah," tandasnya.[jat]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NwqxXg
No comments:
Post a Comment