
INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi listrik dalam APBN tahun 2019 ditambah sebesar Rp1,21 triliun.
Dalam RAPBN 2019, subsidi listrik sebesar Rp56,46. Dengan begitu jumlah subsidi listrik nanti senilai Rp57,67 triliun untuk golongan 450 Volt Amper (VA) dan 900 VA.
"Subsidi listrik akan tetap diberikan seluruh pelanggan rumah tanggan 450 VA dan rumah tangga miskin dan rentan 900 VA," kata Menteri ESDM, Ignatius Jonan dalam Rapat Kerja di Komisi VII DPR Jakarta, Kamis (6/9/2018).
Menurut Jonan, usulan besaran subsidi listrik dalam RAPBN 2019 berdarsarkan asumsi harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) USD 70 per barel dan kurs Rp 14.400 per USD.
Untuk diketahui, besaran subsidi tarif listrik RAPBN 2019 lebih tinggi dibanding subsidi tarif listrik pada tahun ini sebesar Rp47,66 triliun.
Jonan mengungkapkan, usulan subsidi tarif listrik tersebut dilatarbelakangi tumbuhnya pelanggan baru dengan daya 450 VA, pelanggan tersebut baru menikmati sambungan listrik. Penyambungan pelanggan baru ini untuk meningkatan penyebaran kelistrikan (rasio elektrifikasi).
"Pelanggan daya 450 VA akan tumbuh, mungkin sesuai arahan ada ekspansi meningkatan rasio elektrifikasi ada desa baru yang teraliri listirk 450 VA," ujar dia.
Menurut Jonan, saat ini rasio elektrifikasi sudah mencapai 97,13 persen, melebihi target yang ditetapkan tahun ini 97,5 persen. "99,9 persen di akhir 2019. Ini tentunya kebijakan tidak bisa diambil yang di bawah," kata dia. [hid]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NfgS6L
No comments:
Post a Comment