Pages

Monday, September 17, 2018

Pekan Ini, Dollar AS Bisa Tembus Rp14.880/US$

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Setikat (AS) sejak pagi masih melemah. Pelemahan rupiah terhadap US$ tersebut karena membaiknya data ekonomi negara paman Sam itu.

Rupiah dibuka di angka Rp14.862 per US$. Angka ini tentu saja melemah dibanding dengan penutupan perdagangan di kisaran Rp14.806 per US$. Bila dihitung dari awal tahun, rupiah sudah melemah 9,79 persen.

Ekonom dari Indef, Bima Yudhistira memprediksi, rupiah pada pekan ini akan terus melemah. Hal itu karena sinyal The Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate /FFR) lagi.

"Rupiah pekan ini proyeksinya bergerak dikisaran 14.830-14.880. Pergerakan rupiah masih moderat menunggu rilis data neraca perdagangan bulan Agustus," kata Bhima kepada INILAHCOM, Senin (17/9/2018).

Melihan signal The Feed bakal menaikan suku bunga, BI lajut Bhima juga akan melakukan hal serupa. "Jadi sinyal BI akan naikan 2 kali lagi bunga acuan," ujar dia.

Namun, dia memprediksi rupiah di pekan ini tidak akan melewati Rp 15.000 per US$. "Di bawah 15.000 sampai akhir September (2018)," kata dia.

Bhima sebelumnya mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia juga menjadi pemicu nilai tukar rupiah pada US$ melemah. Kenaikan minyak ini, dinilai akan berpengaruh neggatif kepada rupiah. "Harga minyak tembus 80 US$ per barel berpengaruh negatif ke negara importir minyak," kata Bhima.

Menurut Bhima, pengaruh negatif atas kenaikan minyak mentah itu karena Indonesia adalah negara net impor minyak. Maka, lajut dia, untuk mengimpor minyak itu tentu membutuhkan bayak US$.

Nah, banyaknya kebutuhan dollar itulah yang akan membuat rupiah semakin tertekan oleh US$. Hal ini tentu akan membuat defisit migas kian melebar.

"Defisit migas melebar membuat defisit perdagangan dan transaksi berjalam memburuk. Jadi (harga minyak mentah naik) pengaruhnya signifikan," ujar dia. [hid]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2xneSiJ

No comments:

Post a Comment