Pages

Wednesday, September 5, 2018

Rupiah 'Tengkurap' Ekonomi Terancam Rendah

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang terus 'tengkurap' mendekati Rp15.000 bakal mengancam target pertumbuhan ekonomi. Bisa-bisa target pertumbuhan ekonomi bakal melandai.

Hal tersebut dikatakan ekonom Universitas Atmajaya Agustinus Prasetyantoko dalam sebuah diskusi bertajuk RAPBN 2019 di Jakarta, Rabu (5/9/2018). "Kalau pelemahan ini terus-terus terjadi bisa-bisa membuat pertumbuhan ekonomi melandai," kata Prasetyantoko.

Maka dari itu salah satu cara agar meredam dampak pelemahan nilai tukar ke pertumbuhan ekonomi adalah dengan memberikan stimulus langsung kepada masyarakat. "Stimulus apa yang bisa diberikan dalam situasi semacam ini? Maka sebetulnya yang paling masuk akal adalah stimulus untuk masyarakat," katanya.

Stimulus yang dimaksud, yakni melalui anggaran perlindungan sosial yang seharusnya naik. Sebab, jika ekonomi masyarakat dengan anggaran perlindungan sosial maka kemungkinan besar tidak akan berdampak pada pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit atau CAD).

"Itu pilihan yang masuk akal. Artinya narasi besarnya adalah ketika pertumbuhan ekonomi tidak bisa didorong ke atas yang harus dilakukan adalah memperbaiki kualitas pertumbuhannya," katanya.

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin 'tengkurap' saja. 1 dolar AS kini semakin dekat ke Rp15.000.

Mengutip perdagangan Reuters, Rabu (5/9/2018), pagi ini dolar AS berada di posisi Rp14.925 dan menembus level tertingginya Rp14.989 per dolar AS. [hid]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NoRmfr

No comments:

Post a Comment