Pages

Wednesday, September 26, 2018

YLKI: Kasus SPN Finance, Pengawasan Bank Jeblok

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, kasus kredit fiktif SNP Finance bukti lemahnya pengawasan perbankan.

Oleh karena itu, Tulus mendesak OJK melakukan audit komprehensif sistem keamanan di 14 bank yang dibobol SNP Finance. "Ini ancaman bagi keamanan dan perlindungan nasabahm" papar Tulus di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Sementara, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK, Slamet Edy Purnomo menilai, pembobolan bank oleh SNP Finance terjadi karena ada andil besar dari Kantor Akuntan Publik (KAP).

Berdasarkan laporan keuangan SNP Finande, perusahaan tersebut diaudit KAP Deloitte Indonesia. "Bank dalam hal ini, pihak yang menjadi korban. Fiktif-fiktif itu dia [KAP] yang periksa. Termasuk rating Pefindo itu mengacu pada data akuntan publik," ujar Slamet.

Namun, dia menambahkan bank seharusnya juga memeriksa validitas data yang diserahkan oleh KAP. Dengan demikian, OJK juga akan melakukan investigasi terhadap kemungkinan adanya rekayasa berjamaah.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot menambahkan, OJK terus memonitor aksi bobol bank yang diduga dilakukan SNP Finance. Otoritas keuangan ini siap menjatuhkan sanksi apabila ada pegawai bank yang ikut bertanggung jawab. "Kami memantau melalui tim audit internal bank yang melakukan investigasi internal," kata Sekar.

Dari 14 korban penjaminan kredit fiktif SNP Finance senilai Rp14 triliun, baru tiga nama bank yang mencuat yakni Bank Panin, Bank Mandiri dan BCA.

Di mana, Bank Mandiri tercatat mengucurkan kredit terbesar, yakni Rp1,4 triliun. Sedangkan Bank Panin sebesar Rp140 miliar. Adapun, BCA mengonfirmasi bahwa pihaknya menjadi salah kreditur bagi SNP Finance atau yang dikenal dengan Columbia.

Sejauh ini, bank tersebut enggan mengungkapkan total dana yang dikucurkan. "Saat ini sedang berproses dan ditangani oleh tim, serta membutuhkan waktu," ujar Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra.

Berdasarkan informasi, BCA menjadi korban terbesar kedua setelah Bank Mandiri. Di mana, kredit yang diguyur korporasi terhadap SPN Finande mencapai Rp210 miliar. [tar]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2zvmgeh

No comments:

Post a Comment