Pages

Tuesday, October 16, 2018

Genjot Ekonomi, Pertamina Lubricants Gelar Ini

INILAHCOM, Semarang - PT Pertamina Lubricants melalui Sales Region IV, meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulannya yakni pelatihan dan entrepreneurship perbengkelan roda dua.

Program ini dalam rangka menciptakan tenaga muda produktif dan mandiri Indonesia yakni Enduro Student Program (ESP) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/10/2018).

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama antara PT Pertamina Lubricants dan Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) Djineka Abadi Pendurungan Semarang, serta penyerahan peserta didik ESP dengan penyematan wearpack Bengkel Enduro oleh Pjs Sales Region Manager IV Semarang PT Pertamina Lubricants kepada perwakilan peserta dari SMK 2 Tengaran.

Peluncuran juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng, M Kamil; Ketua LPKS Djieneka Abadi, Faizin; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng dan General Manager (GM) Marketing Operations Region IV PT Pertamina (Persero).

Enduro Student Program (ESP) merupakan program Creating Shared Value (CSV), bagian dari CSR PT Pertamina Lubricants yang telah resmi diluncurkan pada 2016. Ini merupakan program rangkaian pendidikan, pelatihan dan kewirausahaan mandiri khususnya di dunia perbengkelan roda dua bagi siswa-siswi terpilih dari berbagai SMK Otomotif dan Teknik unggulan serta SMA.

Perekrutan peserta pelatihan ESP ini melibatkan berbagai wilayah di Semarang dan sekitarnya, seperti Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Blora.

Dari berbagai wilayah tersebut, dilakukan dua tahapan seleksi wawancara untuk kemudian memilih peserta yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti pelatihan ESP. Total peserta berjumlah 21 siswa dari berbagai SMK antara lain SMK 3 Demak, SMK 3 Semarang, SMK 5 Semarang, SMK 7 Semarang, SMk Muhammadiyah Blora, SMK 1 Tengaran, SMK Migas Cepu, SMK 1 Bawen, SMK 1 Jambu, SMK 1 Ambarawa dan lainya.

"Untuk menjalankan sebuah usaha ada banyak persiapan. Hal yang paling penting adalah persiapan ilmu dan mental. Oleh karena itu, rangkaian pelatihan teknis dan non-teknis harus dilakukan. Peserta ESP juga tidak boleh berhenti belajar setelah pelatihan selesai, karena dunia teknologi motor juga selalu berubah dan berinovasi, maka peserta juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman khususnya untuk dunia sepeda motor. Contohnya kali ini peserta juga diberikan ilmu mengenai motor injeksi, karena sebagian besar masyarakat mulai beralih ke injeksi. Pada dasarnya usaha bengkel cukup prospektif karena jumlah kendaraan bermotor yang beredar semakin bertambah dan bukanya menurun, sehingga untuk servis dan keperluan lainya pasti dilakukan oleh bengkel," kata Sales Region IV Manager, Putu Denik Suastika. [ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2EyRkOS

No comments:

Post a Comment