Pages

Thursday, October 25, 2018

Kuartal III Investasi Energi di Bawah Target

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) rupanya harus bekerja keras lagi terkait realisasi investasi di sektor energi.

Dimana sampai kuartal III 2018, investasi sektor energi sebesar US$ 15,2 miliar. Sedangkan target investasi yang dipatok tahun ini sebesar US$37,2 miliar.

Adapun rincian investasi dari US$ 15,2 miliar terdiri dari US$ 8 miliar di Migas, US$ 4,8 miliar di sektor ketenagalistrikan, USD 1,6 miliar di Minerba, dan US$ 0,8 miliar di sektor EBTKE.

Menteri ESDM, Ignatius Jonan mengatakan investasi di hulu Migas dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia. Hal itu klaim Jonan, dipicu dari tahun 2011-2012. Saat itu harga minyak mentah mencapai lebih dari US$100 per barel.

"Kalau kita lihat tahun-tahun sebelumnya, itu dipicu dari tahun 2011-2012 di mana harga minyak mentah mencapai US$100 per barel atau lebih. Akhirnya keputusan investasinya mengikuti," kata Jonan di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

menurut Jonan, Investasi di sektor migas memang tergantung pada harga minyak mentah dunia, namun komitmen untuk eksplorasi migas sekarang sudah besar. Pemerintah pun, tambah Jonan, mendapatkan komitmen eksplorasi hingga US$2 miliar.

"Kalau migas, ya tergantung harga dunia, semata-mata ini kita tidak bisa kendalikan, terserah saja investasinya bagaimana. Namun, komitmen untuk eksplorasi sekarang sudah besar. Pemerintah mendapatkan komitmen eksplorasi dengan perpanjangan blok migas termasuk Blok Rokan dan blok lain kira-kira US$2 miliar, ini seharusnya bisa digunakan untuk memicu eksplorasi," ujar Jonan.

Selain sektor migas, Jonan juga menyampaikan bahwa angka investasi di sektor ketenagalistrikan menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi dan penggunaan listrik.

"Listrik investasinya pasti turun, kalau diharapkan meningkat terus, itu membangun (pembangkit) berapa besar, kan tidak mungkin itu. Jadi listrik 35.000 megawatt tidak mungkin semua diinvestasikan sampai 2019, karena pertumbuhan ekonomi sebesar 5%. Kalau dulu waktu 35.000 MW harus selesai 5 tahun itu pertumbuhan ekonominya 7-8%," terang Jonan.

Maka dari itu, lanjut Jonan, pembangunan pembangkit listrik yang termasuk dalam program 35.000 MW akan diteruskan hingga tahun 2024-2025. [hid]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2CDZd2K

No comments:

Post a Comment