
INILAHCOM, Surabaya - Ipda Rochmat Tri Marwoto tak melaporkan oknum yang mengatasnamakan PBB, Lexy Leodewyk pemberi penghargaan palsu. Meski begitu, polisi mengaku akan menyelidiki kasus ini.
"Apa yang dilakukan oleh Ipda Rochmat memberikan inspirasi yang luar biasa pada anggota Polri lainnya. Anak-anak yang terlantar ini adalah marwah daripada kepolisian yang mana memang melayani. Bagi saya penghargaan itu memang tidak penting, tetapi memang ada pertanyaan yang harus kita jawab dan harus kita selidiki," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Jumat (19/10/2018).
Barung mengatakan terlepas dari akan dilakukan penyelidikan kasus ini. Polda Jatim menegaskan mendukung penuh langkah Ipda Rochmat yang mengasuh anak-anak yang dinilai kurang mampu.
"Akan kami jawab bahwa kepolisian khususnya Polda Jawa Timur, tentunya akan melakukan pengecekan juga tetapi yang terpenting bagi kami adalah bagaimana tugas-tugas kepolisian. Apa yang dilakukan Ipda Rochmat ini tetap kami support," jelas Barung.
Barung menambahkan, polisi dalam ini akan tetap bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya terlepas dari pemberitaan penghargaan palsu yang didapat oleh Ipda Rochmat.
"Memang apa yang menjadi polemik di Madiun itu tidak menjadi hal yang sangat urgent karena tugas kepolisian memang melayani mengayomi dan melindungi masyarakat," pungkas dia.
Sebelumnya, Anggota Brimob bernama Ipda Rochmat Tri Marwoto mendapatkan penghargaan dari badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Information Centre (UNIC) pada Senin (15/10/2018). Belakangan, penghargaan itu ternyata palsu.
"Sehubungan dengan sebuah upacara penghargaan yang berlangsung di Jawa Timur pada hari Senin, 15 Oktober 2018 di mana sebuah plakat diserahkan oleh Lexy L Pasulatan, seorang mantan anggota staf PBB, kepada Ipda Rochmat Tri Marwoto, kami ingin mengkonfirmasi bahwa Mr. Pasulatan bertindak dalam kapasitasnya sendiri. PBB tidak memiliki keterlibatan dalam acara tersebut dan tidak mengizinkan menggunakan logo atau nama PBB," kata UNIC Jakarta dalam keterangan pers.
"Semua sudah dijelaskan dalam surat yang kami distribusikan. Beliau (Lexy Leodewyk) sekarang tidak lagi bekerja di UN. Mengenai plakat yang diberikan, kami TIDAK PERNAH membuat plakat tersebut," imbuh dia. [ton]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PGaOBZ
No comments:
Post a Comment