
INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 24 kantong jenazah korban pesawat Lion Air JT-610 sudah berada di RS Polri untuk dilakukan identifikasi. Namun Polri menyatakan 24 kantong jenazah itu belum bisa dipastikan berisi satu jenazah.
"Tolong jangan memahami dengan jumlah berapa yang ditemukan 24 kantong jenazah ini ternyata 24 jenazah. Tidak. Karena memang korban sudah tak utuh jadi ini masi proses identifikasi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Selasa (30/10/2018).
Setyo menjelaskan tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Mabes Polri, Polda Jabar dan Polda Metro Jaya masih terus bekerja untuk melakukan identifikasi dengan cara mencocokan Antemortem. Antemortem adalah sampel yang diambil dari keluarga sedarah dari korban atau barang-barang milik pribadi korban.
"Teman-teman DVI Polri dari Mabes Polri, Polda Jabar, PMJ, Sekarang sedang bekerja berikan waktu untuk mereka untuk bisa mengidentifikasi siapa-siapa (korban) yang sudah ditemukan," ucap Setyo.
Setyo menambahkan untuk barang-barang yang ditemukan diduga milik penumpang pesawat JT-610 itu, polisi akan menyerahkannya kepada Basarnas untuk selanjutkan akan dikoordinasikan dengan KNKT (Komite Nasional Kecelakaan Transportasi)
"Sementara barang-barsng sidah diidentifikasi juga mungkin nanti akan dikerjasama dengann Basarnas untuk perlakuan barang-barang tersebut," imbuh dia.
Pesawat Lion Air JT-610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Pesawat berpenumpang 189 orang ini jatuh usai 13 menit take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.20 Wib. Pesawat ini sedianya tiba di Bandara Pangkal Pinang pada pukul 07.20 Wib.
Hingga saat ini sudah ada 24 kantong jenazah yang sudah berada di dermaga JICT dan kemudian dibawa ke RS Polri. Tim DVI Polri masih melakukan identifikasi. Sementara data Antemortem dari pihak keluarga korban penumpang JT-610 telah diterima RS Polri sebanyak 185.[jat]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Pppvg7
No comments:
Post a Comment