
INILAHCOM, Jakarta - Tenaga kerja pertambangan di Indonesia dinilai mampu mengelola pertambangan di dalam negeri, termasuk tambang bawah tanah Grasberg di Papua.
Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Jeffrey Mulyono menyebut, saat ini hampir seluruh lini kegiatan di PT Freeport Indonesia dikerjakan oleh orang Indonesia.
Dengan begitu, tidak perlu ada keraguan terhadap kemampuan sumber daya manusia Indonesia, melaksanakan operasional tambang di Grasberg, setelah PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesai.
"Ada satu pertanyaan apakah tenaga kerja kita itu, tidak siap? Saya kira siap, banyak tambang dikelola Indonesia, di Freeport pun pekerjanya orang Indonesia," kata Jeffrey, di Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Ia mengamini, mengelola tambang bawah tanah Grasberg memang rumit. Namun dia optimis sumber daya manusia pertambangan Indonesia mampu menggarapnya.
Sebab, sudah banyak orang Indonesia menggarap tambang di luar negeri meski bukan milik Freeport. "Kerumitan itu memang jadi kendala,tapi kita harus siap. Banyak tenaga kerja kita kerja di bawah tanah juga dan ini satu aset tenaga kerja kita bisa diandalkan," ujar dia.
Perhapi melihat kehadiran sumber daya manusia Indonesia memang perlu ditingkatkan di seluruh lini. Perhapi siap untuk mendukung pemerintah dan Inalum dalam pengelolaan tambang Grasberg.
Perhapi menyadari sebagai organisasi profesi pertambangan perlu mengambil peran strategis dalam menjembatani keberpihakan antara pemerintah, pelaku usaha dan pemangku kepentingan terhadap industri pertambangan di Indonesia sehingga dapat bermuara pada sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
"Salah satu upaya untuk merealisasikan peran Perhapi adalah dengan melaksanakan Temu Profesi Tahunan (TPT) yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan tema yang beragam. Melalui kegiatan Temu Profesi Tahunan akan diperoleh informasi dan masukan terkait dengan pelaksanaan kegiatan pertambangan di Indonesia," kata dia. [jin]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2yn3Z11
No comments:
Post a Comment