
INILAHCOM, Semarang - PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero/BTN) bersama Pemprov Jawa Tengah (Jateng) kembali menyelenggarakan BTN Tour de Borobudur XVIII 2018. Lebih dari 2.000 peserta memeriahkan lomba gowes berjarak 200 kilometeri.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, event tahun ini berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Candi Borobudur dipenuhi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Ke depan, kegiatan serupa ini bakal terus digelar guna menumbuh-kembangkan sektor pariwisata di Jateng.
"Kami memang targetnya tinggi untuk pariwisata, saat ini kita ribut terus karena dolar tinggi, padahal dolar tinggi itu. Maka ini merupakan kesempatan untuk jualan pariwisata, jualan produk lokal. Kami mau jualan ke Jepang furnitur ini sudah ada pembelian USD1juta, kemudian kami mau undang investasi masuk," jelas Ganjar usai menyelesaikan etape pertama BTN Tour de Borobudur XVIII 2018 di Batang, Jateng, Sabtu (3/11/2018).
Ganjar mengungkapkan, BTN Tour de Borobudur sudah masuk 4 tahun bersama BTN, dan kali ini sengaja melewati tol untuk menunjukkan kepada publik pertama spotnya dan kemudian pariwisatanya. Hal ini untuk menunjukkan infrastuktur yang dibangun ini sudah menunjukkan progres yang luar biasa. "Insya Allah akhir tahun mau diresmikan sama presiden," paparnya.
Menurut kader PDI Perjuangan ini, Batang dan Kendal merupakan dua kabupaten yang sejak dini menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pariwisata. "Karena diincar untuk pertumbuhan itu karena ini daerah yang seksi untuk pertumbuhan, oleh karena itu kita jaga agar daya dukung lingkungannya baik dan ini akan menjadi daya tarik investasi khususnya terkait pariwisata," katanya.
Ganjar menuturkan, pada Minggu (4/11/2018) BTN Tour de Borobudur memasuki etape kedua. Rutenya dari Yogyakarta menuju Candi Borobudur di Magelang. Dengan jumlah mencapai lebih dari 2.000 peserta, akan banyak rejeki atau pendapatan bagi daerah setempat. "Akomodasi yang ada di Yogyakarta dan sekitar Magelang akan tumbuh, Great Event ini memang untuk mengundang pariwisata," tegasnya.
Sementara, Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, partisipasi perseroan dalam ajang BTN Tour de Borobudur XVIII 2018, karena BTN sangat concern dengan pariwisata. Alasannya, pariwisata sangat erat dengan sektor perumahan. Dan, sektor perumahan sangat dekat dengan keluarga. "Pariwisata tidak jauh dengan keluarga, apalagi saat ini dengan adanya rute tol itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan wilayah khususnya pemukiman," jelas Maryono.
Gelaran BTN Tour de Borobudur XVIII 2018 ini, lanjut Maryono, diikuti sedikitnya 2.000 peserta. Berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Banyak pesepeda asal Jerman, Jepang, Australia, Belanda, dan Prancis memerihahkan acara kayuh sepeda sejak etape pertama.
Maryono mengungkapkan, ribuan peserta ini terdiri dari beberapa kategori. Di antaranya, kategori A untuk 200 KM, kategori B sepanjang 100 KM, dan kategori VVIP yang akan menempuh jarak antara 35 sampai dengan 40 KM.
Jajal Tol Anyar
Hal yang menarik adalah para pengayuh sepeda berkesempatan menjajal jalur tol baru sepanjang 35 kilometer yang menghubungkan Batang-Semarang, termasuk melalui Jembatan Kalikuto. "Pada jembatan tol fungsional yang menghubungkan Kabupaten Batang dengan Kabupaten Kendal itu, dilakukan seremoni penanaman 9.000 pohon trembesi yang akan dilakukan oleh para peserta," katanya.
Adapun rute yang dilalui yakni Kota Semarang, kemudian melewati Klenteng Sampokong, Goa Kreo, Plantera Kendal, Perkebunan Ngobo, Rawa Pening, dan Kawasan Kopeng. Rute jalan di lereng Gunung Merapi juga bakal dilalui di ajang BTN Tour de Borobudur XVIII.
Kemudian pada etape kedua BTN Tour de Borobudur 2018 para peserta gowes akan melewati Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dibangun oleh Bank BTN sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam pengembangan industri rakyat. Gerabah yang menjadi industri pokok masyarakat di desa Karanganyar, kabupaten Magelang menjadi concern Bank BTN untuk ikut membangun dan mengembangkan industri rakyat ini agar go internasional. Kita berikan pendampingan untuk bagaimana mereka berkembang dan bankable untuk ke depan dapat lebih berkembang dan go internasional, kata Maryono menjelaskan.
"BTN Tour de Borobudur memiliki keunikan yang merupakan icon mengapa penggowes dengan senang hati bergabung untuk ikut bersama menjalani etape gowes. Kayuhan sepeda dalam setiap event BTN Tour de Borobudur tidak sekadar untuk mencari keringat. Di samping suguhan keindahan alam di sepanjang etape, para pengayuh sepeda pun terlibat dalam kegiatan sosial berbagi dengan sesama," tambah Maryono.
Menurut Maryono, BTN Tour de Borobudur 2018 ini merupakan event ke 4 yang didukung oleh perseroan. Pada etape kali ini perseroan juga mengajak para penggowes untuk memberikan bantuan tiap KM jarak yang ditempuh sebagai bagian para peserta BTN Tour de Borobudur XVIII berbagi dengan sesama. "Bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR) tersebut akan didonasikan untuk membantu para korban di Palu, Sigi, dan Donggala," papar Maryono. [tar]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2SI8rAF
No comments:
Post a Comment