Pages

Thursday, November 15, 2018

Ini Aksi Yono yang Menjadi Marinir Gadungan

INILAHCOM, Banyuwangi - Ulah Yono Fariyanto berkahir di Polsek Kota Banyuwangi. Pria yang tinggal di Perum Brawijaya Asri Blok B 8 Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi itu sempat melenggang dengan berbagai aksi tipunya.

Bahkan, untuk melancarkan aksinya dia berdandan ala Marinir TNI AL. Modus tipuannya dengan berbagai cara. Mulai menyewa kendaraan untuk digadaikan hingga menipu anak muda untuk diambil motornya.

"Modusnya memberhentikan kendaraan di tengah jalan. Lalu minta diantar ke suatu tempat. Pernah juga mendatangi beberapa lokasi untuk meminjam uang. Sejauh ini keterangannya ada 11 korban," terang Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdianzah saat jumpa pers di Mapolsek Kota Banyuwangi, Kamis (15/11/2018).

Dari pengakuan pelaku ke petugas, Yono Fariyanto memang cukup licin. Terlihat, dari rekam jejaknya memang tergolong residivis dalam berbagai kasus dengan modus yang sama.

"Dalam setiap aksinya dia sering berganti-ganti nama. Kartu tanda anggota (KTA) marinirnya palsu. Nomer register pegawai (NRP) tidak masuk database anggota TNI AL. Dia juga sering keluar masuk dengan modus sebagai marinir di daerah lain, seperti di Lamongan," ungkapnya.

Sementara itu, Dandenpom Lanal Banyuwangi Kapten Laut (PM) Tony Soelarso mengatakan, tindakan pidana pelaku tidak ada kaitannya dengan institusi TNI. Justru TNI AL yang dirugikan akibat ulah marinir gadungan tersebut.

"KTA tersangka memang palsu. Setelah kita selidiki baik sipil maupun militer tidak ada KTA dengan identitas seperti itu. Dia murni orang sipil. Soal atribut memang bisa dibeli dimana saja," jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya seragam marinir lengkap, KTA, KTP semuanya palsu. Sebuah celurit, dan sebuah mobil.

Hasil pengungkapan ini membuahkan berbagai laporan dari sejumlah warga. Mereka mengaku sebagai korban penipuan yang dilakukan oleh marinir gadungan tersebut.

"Saya sempat menyerahkan uang Rp5 juta untuk tambahan pembelian dumtruk. Kejadian pada 6 November 2018, saat datang dia menggunakan seragam Marinir lengkap dengan atributnya," Yuliani Muzdholifah, warga Villa Bukit Mas Blok JJ Kelurahan/Kecamatan Giri.

Sementara itu korban lain yang masuk dalam laporan polisi yakni H Haerul Anam, seorang pekebun yang tinggal di Lingkungan Rowo, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Tersangka meminjam uang Rp 1 juta kepada korban dengan jaminan 3 lembar STNK sepeda motor.

Kemudian, Yehezkiel Eka Pratama, penduduk Jalan Ikan Arwana No.03 Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Korban yang hendak menuju lokasi cucian motor untuk memandikan Honda Vario Techno rakitan 2012 dihentikan tersangka di tengah jalan. Kala itu pelaku meminta korban mengantar ke sebuah bengkel.

Setelah muter-muter di wilayah Kelurahan Karangrejo, tersangka meminta berhenti dan meminjam motor korban namun tak kembali.

Terakhir, Yono menggondol sebuah mobil Xenia yang disewa dari Lailatus Sa'diah warga Desa Ketapang. Dia mengaku menyewa mobil itu selama 3 hari dengan mahar Rp300 ribu perhari, namun 5 hari tak pernah kembali. Hingga akhirnya dia ditangkap di sebuah SPBU di Ketapang oleh Polisi lengkap dengan seragam marinirnya.[beritajatim]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2TfUTwD

No comments:

Post a Comment