
INILAHCOM, Ngawi - Polres Ngawi turun tangan menertibkan jebakan tikus berlistrik di persawahan sejumlah wilayah. Jebakan untuk hama padi ini dinilai sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa banyak orang.
Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas sosialiasi yang pernah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya. Juga sebagai respons atas kematian tujuh prang petani yang tersengat listrik pada jebakan tikus selama 2018 ini.
"Penertiban kali ini kita bersinergi dengan pihak terkait menyusul tewasnya beberapa petani dalam satu tahun terkahir. Peralatan yang kita temukan kita putus dan kita amankan. Hal ini karena jebakan tikus listrik membahayakan banyak warga," terang Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu, Jumat (16/11/2018).
Bahkan sejauh ini sudah tujuh orang tewas kena jebakan tikus di sawah. Karena itulah pihaknya melakukan penertiban di pesawahan warga.
Disebutkan AKBP Pranatal, untuk penertiban kali ini, pihaknya menggandeng PLN dan Dinas Pertanian setempat. Penertiban ini dikonsentrasikan di persawahan Kecamatan Geneng dan Padas. Sebab di kedua wilayah inilah yang paling banyak terjadi petani tewas akibat sengatan listrik jebakan tikus.
Meski sebagian petani menolak, petugas tetap memutus aliran listrik untuk jebakan hama tikus miliknya. Mulai dari sekring, hingga kawat penghantar arus listrik yang dipasang di area persawahan milik petani diamankan oleh petugas.
Para petani hanya bisa pasrah melihat jebakan listrik miliknya diangkut oleh petugas. Sejumlah petani mengaku terbantu dengan adanya jebakan listrik itu. Selain hemat, jebakan listrik dianggap lebih efektif membunuh hama tikus.
"Ini solusi terakhir. Kami tidak ada pilihan lagi. Semua (sawah) diserang. Seandainya diserang dan bibit habis mau menanam apa. Kalau mau dilepas ya lepas saja, tapi berikan solusi," ungkap Poso Suyudi, salah satu petani di Kecamatan Geneng.
Hal yang sama diungkapkan Sutrisno, petani lain rekan Suyudi. "Sangat evektif. Tikus bisa mati lebih banyak, mengurangi tenaga. Tapi memang bahayanya bisa kesetrum," ujarnya.
Penertiban oleh petugas akan dilakukan hingga area persawahan petani terbebas dari jebakan listrik yang dipergunakan untuk hama tikus itu. Sebelumnya petugas juga telah melakukan sosialisasi kepada para kelompok tani terkait bahanya alat jebakan tikus tersebut.
Namun kenyataanya masih banyak petani yang menggunakan alat jebakan listrik itu walaupun telah memakan korban jiwa. Petugas mengancam akan menindak tegas para petani yang masih nekat menggunakan alat tersebut. [beritajatim]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2zW6ojH
No comments:
Post a Comment