
INILAHCOM, Kediri - Jelang pilihan kepala desa serentak 7 November 2018, Polresta Kediri bersama seluruh calon kepala desa menggelar deklarasi pilkades damai.
Dalam deklarasi ini, para calon kepala desa membacakan ikrar siap menang siap kalah.
Deklarasi pilkades damai berlangsung di Ruang Rupatama Polresta Kediri. Sebanyak 17 calon kepala desa dari tujuh desa di barat Sungai Brantas, wilayah Kabupaten Kediri mengikutinya. Hadir secara langsung, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi dan Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung.
Dalam deklarasi damai ini, seluruh calon kepala desa mengikarkan diri untuk menjaga kondusifitas wilayah dengan berjanji untuk siap kalah dan siap menang. Setelah itu, mereka menandatangani kesepakatan bersama tersebut .
"Deklarasi pilkades damai ini sebagai upaya untuk menciptakan pesta demokrasi yang aman dan menyongsong pilihan anggota Legislatif dan Presiden 2019," kata AKBP Anthon Haryadi, Kamis (1/11/2018).
Menurutnya, ada beberapa potensi kerawanan yang tengah diantisipasi, antara lain, masih adanya atribut calon di masa tenang, panitia pemilihan yang mengundurkan diri, money politik atau politik uang serta perjudian dari botoh.
Untuk mengamankan Pilkades serentak, 7 November 2018, Polresta Kediri menerjunkan 674 personil gabungan dari TNI, Polri dan Linmas. Selain melakukan pengamanan di tempat pemungutan suara , petugas juga mempersiapkan 1/3 kekuatan on air yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
Yang menarik dalam Pilkades serentak tahun ini, ada dua desa di Kabupaten Kediri yang mana calonnya adalah pasangan suami-istri. Desa tersebut adalah Desa Cerme, Kecamatan Grogol, dan Desa Parang, Kecamatan Banyakan.[beritajatim]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2RuHhvH
No comments:
Post a Comment