Pages

Friday, November 16, 2018

Ponorogo Kekurangan 6.650 Ton Pupuk Bersubsidi

INILAHCOM, Ponorogo - Menjelang musim tanam di musim penghujan akhir 2018 ini, ketersediaan pupuk bersubsidi untuk persawahan di Kabupaten Ponorogo mengalami kekurangan.

Jumlahnya mencapai 6.650 ton. Pupuk ini akan digunakan untuk menghadapi persiapan tanam hingga 25 Desember mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Harmanto mengatakan, kekurangan ini terjadi karena memang belum ada distribusi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menghadapi musim taman kali ini. Kekurangan ini terjadi pada empat jenis pupuk bersubidi.

"Ada kekurangan untuk jenis urea sebanyak 350 ton, untuk ZA 300 ton, jenis SP36 1.000 ton dan NPK atau phonska 5.000 ton. Ini untuk menghadapi musim labuhan (tanam di musim hujan pertama) sampai 25 Desember nanti ya," ungkap Harmanto, Jumat (16/11/2018) di kantornya.

Jumlah ini kurang dari 20 persen dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) pada tahun 2018 ini. Harmanto menyatakan, untuk urea sudah tersalur sekitar 70 persen dari RDKK 2018 atau sekitar 1.170 ton, untuk ZA sudah tersalur 76 persen atau 4.347 ton, untuk SP36 sudah tersalur 82 persen atau sekitar 5.500 ton dan untuk NPK sudah tersalur sekitar 90 persen dari RDKK atau 50 ribu ton.

Harmanto menyatakan, terkait kekurangan pupuk bersubsidi ini pihaknya sudah melayangkan surat kepada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Surat itu telah terkirim pada 9 November lalu.

"Dan samoai saat ini belum ada jawaban. Pekan depan, saya akan ke Surabaya untuk menanyakan hal ini. Kalau belum bisa memberi jawaban, maka kita akan bon (pinjam) dulu jatah pupuk untuk tahun 2019. Kita geser kebutuhan tahun depan ke tahun ini sebagai opsi pemecahan masalah," ungkapnya.

Para distributor untuk wilayah Ponorogo, Pacitan dan Madiun akan dikumpulkan terkait hal ini. Solusi dengan cara menggeser jatah tahun 2019 ke akhir 2018 perlu dilakukan demi keberhasilan penyediaan pangan di Ponorogo.

"Upaya lain adalah dengan menggunakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia," katanya.

Ponorogo memang sedang dalam proses beralih dari pertanian yang mengandalkan pupuk kimia menuju pertanian organik. Untuk pengadaan pupuk organik di 2018 sendiri, lanjut Harmanto, sudah dilaksanakan. Tahapnya sudah sampai pada pengujian spesifikasi. Bila sesuai dengan ketentuan maka pupuk yang ada bisa segera dibagikan pekan depan.

"Kalau tidak lolos uji ya kita minta ganti atau kita kembalikan dan tidak kita bayar," pungkas Harmanto. [beritajatim]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2zaDM6H

No comments:

Post a Comment