Pages

Monday, November 12, 2018

Posko Pengaduan Pungli KTP Didirikan di Jember

INILAHCOm, Jember - Sejumlah warga mendirikan posko pengaduan pungli dalam pelayanan administrasi kependudukan, di depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, di Jalan Jawa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (12/11/2018).

Pendirian posko ini untuk merespons operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan polisi terhadap Kepala Dispendukcapil Jember Sri Wahyuniati dan pegiat Relawan No Eks Birokrasi (Noeb) Abdul Kadar.

"Dengan adanya OTT, sudah terbukti rahasia publik selama ini yang sudah beredar bahwa Dispenduk sarang pungli," kata Kustiono Musri, salah satu inisiator posko.

Kustiono menyebut poskonya sebagai posko pengaduan korban pelayanan kebijakan Dispenduk. "Bisa jadi dalam proses menanti pelayanan administrasi selama berbulan-bulan, mereka menggunakan salah satu calo. Karena mengurus proses administrasi harus membawa dokumen resmi, maka dokumen resmi itu dibawa si calo yang ternyata sampai hari ini tidak selesai. Jadi adminduk yang baru belum selesai, yang lama hilang entah ke mana. Kami buka posko ini supaya pengaduan-pengaduan warga bisa terinventarisasi," katanya.

Kustiono merencanakan posko ini dibuka selama sepekan. "Tapi kalau masih dibutuhkan, kami bisa buka terus sampai selesai," katanya.

Kustiono khawatir, sistem pelayanan di Dispenduk Jember tak berubah, kendati sudah ada OTT. "Kami cek dan lihat, apakah ada perubahan. Proses antrean sejak jam dua malam yang menyiksa rakyat tidak terjadi satu dua hari atau satu dua minggu, sudah berbulan-bulan," katanya.

Antrean panjang selalu terjadi setiap hari. Bahkan ada yang harus datang sejak pagi sebelum jam kantor buka. Muhammad Alfan, warga Kecamatan Ledokombo, mengaku berangkat jam lima pagi. "Sampai (siang) sekarang belum makan," kata pria yang datang untuk mengurus kartu tanda penduduk awal Oktober lalu.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dispenduk Jember Sartini sempat mengatakan, membludaknya masyarakat di kantor tersebut menunjukkan kesadaran mengurus adminduk secara mandiri. "Pelayanan kami 'Semedi' adalah Secepat-cepatnya Mesti Jadi, bukan Semenit Jadi," katanya.

Penjelasan ini yang dikecam Kustiono. "Mending mengaku salah, akan melakukan pembenahan. Ini kok merasa benar terus," katanya.[beritajatim]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2z5XsJ7

No comments:

Post a Comment