Pages

Monday, November 12, 2018

Jelang Pemilu, Ini Imbauan Pemuda Pancasila

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Nasional Pemuda Pancasila menyampaikan penyataan sikap situasi politik tanah air menjelang pemilu 2019, Senin (12/11/2018).

Adapun pernyataan sikap ini disampaikan lantaran melihat dan memperhatikan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang saat ini telah memasuki tahun politik. Adapun menurut mereka, iklim politiknya kian memanas dan sangat tidak baik dalam aspek kehidupan sosial kemasyarakatan.

Demikian pernyataan sikap Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila melalui keterangan tertulisnya:

1. Terkait perkembangan konstalasi dan kostetasi politik, dimanan pilpres dan pileg 2019 telah memasuki tahapan kampanye untuk hal tersebut, kami mendukung terselenggaranya pesta demokrasi yang jujur, adil dan aman. Kami meminta kepada KPU dan Bawaslu agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara dan pengawas pemilu dengan baik, sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Terkait perkembangan kehidupan politik masyarakat yang telah memiliki pilihan politik, kami mengajak semua pihak yang terlibat untuk mengedepankan norma-norma dan etika bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kebhinekaan walaupun beda pilihan politik, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus tetap dijaga.

3. Meminta kepada penyelenggara pemilu dan aparat terkait untuk bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dengan memberikan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat, agar dapat menggunakan hak pilihnya dengan benar. Pemuda Pancasila mnegaskan bahwa hak-hak konstitusional masyarakat harus dijaga. untuk memberikan keleluasaan dalam menentukan hak pilihnya, tanpa intimidasi dan pemaksaan kehendak yang dapat menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat.

4. Menolak upaya-upaya adu domba dalam bentul apapun terutama terkait berita-berita bohong, hoax yang sudah sangat memprihatinkan bagi kehidupan sosial bangsa ini. Maka kami meminta dengan tegas dan transparan kepada aparat berwenang untuk bertindak cepat dalam menangkal berbagai upaya pihak-pihak yang yang ingin memecah belah bangsa ini, serta menyeret pelaku-pelakunya ke ranah hukum dengan penegakkan hukum seadil-adilnya.

5. Menghadapi perihal timbulnya konflik akibat adanya pembakaran bendera bertuliskan kalimat syahadat yang multi tafsir, sebaiknya diserahkan kepada MUI sebagai lembaga yang berwenang dalam penafsiran agama Islam dan mnyerahkan masalah hukum kepada pihak yang berwajib.

6. Mengimbau pemerintah untuk tegas dalam menegakkan aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan hukum yang telah diputuskan agar terciptanya stabilitas politik dan sosial bagi masyarakat agar pelaksanaan pileg dan pilpres menghasilkan semangat kebangsaan, kebersamaan dan kebhinekaan yang hakiki.

7. Menyatakan siap mengawal pesta demokrasi agar berlangsung secara jujur, aman dan damai demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Kami siap bekerja sama dengan seluruh aparat dan elemen-elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan hal ini.

8. Meminta seluruh pihak yang berkepentingan dalam kontestasi pemilu 2019 agar dapat menghentikan semua upaya-upaya yang dapat memecah belah bangsa. Jika kita masih memliki kecintaan terhadap negara dan bangsa ini, karena masa depan bangsa ini ikut ditentukan oleh apa yang dilakukan pada masa-masa konsolidasi demokrasi seperti saat ini.

Demikian pernyataan sikap ormas PP Pancasila terkait situasi politik tanah air yang keterangannya disahkan oleh Ketua Umum
KPH. H Japto S. Soerjosoemarno dan Arif Rahman selaku Sekjen.

"Dengan semangat kebersamaan sesama anak bangsa, Pemuda Pancasila tetap berkomitmen menjaga dan akan selalu menjadi perekat demi terciptanya persatuan nasional dalam, bingkai kebhinekaan. semoga bangsa Indonesia diberi kekuatan untuk menjalaninya dengan baik dan kita semua mendapat perlindungan dari Allah SWT," kata Japto lewat keterangan tertulisnya.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2DzKWp3

No comments:

Post a Comment