
INILAHCOM, Mojokerto - Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H di masjid Lapas Klas IIB Mojokerto di Jalan Taman Siswa Kota Mojokerto.
Mengambil tema 'Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad, Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah' ini diharapkan warga binaan bisa meneladani sifat Rosulullah.
Dengan mengenakan baju koko serta peci, ratusan warga binaan mengikuti kegiatan dengan khusyuk. Mereka mendapatkan pencerahan dari Ketua Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Mojokerto sendiri rutin mengisi pengajian yang digelar di Lapas Klas IIB Mojokerto.
Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim mengatakan, maksud dan tujuan yang disampaikan kepada warga binaan untuk menciptakan ukhuwah basyariyah yakni perwujudan kasih sayang sesama manusia. "Dalam ayat di Qur'an. Pembawa perdamaian, keselamatan, kasih sayang itu adalah nabi kita Muhammad SAW," ujarnya, Selasa (20/11/2018).
KH Abdul Adzim mengatakan, momentum peringatan Maulid Nabi tersebut diciptakan untuk saling menyayangi, mengasihi sehingga diharapkan di Lapas Klas IIB Mojokerto tercipta suasana kondusif, aman dan tidak ada gejolak. Karena setiap umatnya yang membaca sholawat, maka Nabi Muhammad SAW akan datang.
"Warga binaan di Mojokerto kalau dinilai dari keamanan dan kondusif, insya Allah di Jatim nomor satu. Karena saya sudah pernah di beberapa lapas sekitar, tidak se kondusif Mojokerto karena di Lapas Klas IIB Mojokerto, disamping ada pondok pesantren di dalam juga ada Diniyah at Taubah setiap hari ada pembinaan dan satu-satunya lapas ada Diniyah nya cuma di Mojokerto. Lapas ini bukan penjara tapi pesantren," tuturnya.
Sehingga diharapkan dengan peringatan hari besar, Lapas Klas IIB Mojokerto bertambah aman dan kondusif. Saat warga binaan keluar menjadi orang-orang yang lebih tinggi derajatnya. Pihaknya akan memberikan pendampingan sampai warga binaan keluar dari Lapas Klas IIB Mojokerto yakni dengan pertemuan setiap 36 hari sekali.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Warga Binaan dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Klas IIB Mojokerto, Andik Prasetyo mengatakan, tujuan kegiatan tersebut tidak lain yakni untuk meningkatkan keimanan terutama bagi warga binaan dan petugas lapas. "Harapannya agar warga binaan semakin menyadari kesalahan melalui pendekatan-pendekatan keagamaan dan warga binaan dapat menteladani sifat-sifat Rosulullah," ungkapnya.
Masih kata pembinaan di Lapas Klas IIB Mojokerto meliputi dua kategori. Yakni kepribadian seperti pengajian rutin setiap hari, sholat berjamaah, kitab kuning, kajian arti Al Qur'an, penyuluhan kesadaran hukum Kemandirian seperti produksi sepatu dan sandal. Sementara di blok wanita membuat kerajinan kain flanel dan tas rajut. Saat ini, warga binaan di Lapas Klas IIB Mojokerto sebanyak 706 penghuni.[beritajatim]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PCmZ70
No comments:
Post a Comment