
INILAHCOM, Singapura - Ekspor nonminyak utama Singapura turun tak terduga pada bulan November 2018 di tengah deselerasi yang tajam di segmen farmasi yang bergejolak tinggi.
Ekspor barang yang dibuat di Singapura turun 2,6% pada bulan November dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan setelah kenaikan 8,2% pada bulan Oktober. Demikian agen promosi perdagangan Enterprise Singapura mengatakan Senin (17/12/2018) seperti mengutip marketwatch.com.
Perkiraan median dari lima ekonom dalam sebuah jajak pendapat oleh The Wall Street Journal adalah untuk ekspor November untuk memperluas 1,0% dari tahun sebelumnya.
Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor turun 4,2% dalam istilah yang disesuaikan secara musiman, setelah meningkat 4,2% pada bulan Oktober. Para ekonom dalam jajak pendapat telah memproyeksikan median 0,5% pada ekspansi bulan pada bulan November.
Ekspor elektronik, yang sekarang menghasilkan sekitar seperempat dari total, naik 4,5% pada tahun, membalikkan penurunan 3,6% pada bulan Oktober. Namun, pengiriman non-elektronik turun 5,2%, dibandingkan dengan kenaikan 12,7% di bulan sebelumnya.
Di sektor non-elektronik, ekspor farmasi naik 8,4%, dibandingkan dengan kenaikan 89,7% di bulan sebelumnya. Pengiriman petrokimia menurun 7,8% setahun, setelah 0,1% pada bulan Oktober.
Pengiriman negara-kota ke China dan Uni Eropa, tujuan ekspor terbesarnya, menurun pada bulan November, meskipun ekspor ke AS tetap kuat.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2BnLoU0
No comments:
Post a Comment