Pages

Friday, December 21, 2018

TNI Diharap Atasi Isu Separatisme di Papua

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati (Nuning) mengatakan TNI harus menyelesaikan isu separatisme di Papua. Sebab, hal ini menjadi catatan terkait stabilitas keamanan nasional 2018.

"TNI harus menyelesaikan isu separatisme di Papua dengan mekanisme peraturan internasional sebagaimana diatur oleh PBB," kata Nuning, Jumat (21/12/2018).

Menurut dia, separatisme juga terjadi di berbagai belahan dunia dan ditangani secara profesional oleh militer negara-negara tersebut. Misalnya, isu separatisme di Catalunya diselesaikan dengan cepat dan senyap oleh militer Spanyol.

"Bahkan, Uni Eropa juga secara tegas membantu pemerintah Spanyol membasmi sparatisme Catalunya," ujarnya.

Di samping itu, Nuning melihat peran TNI dalam membantu Polri untuk menjaga situasi keamanan nasional dan keamanan regional bisa dikatakan cukup baik selama 2018. Sehingga, hal ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan sinergi TNI-Polri.

"Beberapa demo besar berhasil diantisipasi dengan sinergi kedua institusi tersebut. Bencana alam yang terjadi di beberapa daerah juga ditangani dengan baik oleh TNI membantu Pemda setempat," jelasnya.

Secara internal, kata Nuning, TNI mencapai level profesional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga kedaulatan NKRI dengan peningkatan organisasi di wilayah Timur Indonesia, seperti Koarmada lll, Koopsau lll, Pasmar lll dan Divisi 3 Kostrad.

"Beberapa program modernisasi Alutsista juga tercapai tepat waktu, seperti kedatangan kapal selam baru dan skuadron tempur," katanya.

Sedangkan, Nuning mengatakan secara regional TNI sukses menggelar berbagai operasi bersama dengan militer negara tetangga. Misalnya, patroli terkoordinasi dilaksanakan di beberapa wilayah perbatasan maritim.

"Gejolak Laut Cina Selatan juga berhasil diantisipasi TNI melalui diplomasi pertahanan. TNI juga berhasil menjabarkan pilar kelima Poros Maritim Dunia sebagai bentuk pertahanan maritim di Laut Natuna Utara mengantisipasi skenario terburuk pecahnya konflik Laut Cina Selatan," tandasnya. [ton]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2T2Yj4Y

No comments:

Post a Comment