
INILAHCOM, Jakarta - Bareskim Polri mulai menjalankan tugas sesuai perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut dugaan pengaturan skor di persepakbolaan Indonesia. Tak mulai nol, Bareskrim akan membuka 'buku Lama' untuk dilanjutkan kasusnya.
Sebelum penyelidikan dimulai pada akhir Desember 2018 ini, polisi sebelumnya pernah menyelidik perkara serupa berkaitan dengan sepakbola Indonesia pada 2015-2017. Yang diusut kala itu adalah pertandingan Liga Indonesia.
"Kasus-kasus lama nanti untuk digali kembali. Alat bukti yang pada masa penyidikan awal itu, penyidik menilai belum cukup, makan akan didalami kembali, dianalisa kembali, di-assessmentkembali, bukti bukti apa yang dibutuhkan untuk mengungkap satu peristiwa yang diduga adalah peristiwa pidana tersebut," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (21/12/2018).
Penyidik saat ini tengah melengkapi temuan-temuan terdahulu dengan bukti-bukti baru. Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi akan dilakukan secara maraton.
"Kemudian untuk satgas, nanti akan bekerja di pertandingan atau setelah digulirkan liga di 2019-2020. Sama, dalam rangka mengantisipasi perbuatan curang terhadap pengaturan skor, mafia, maupun juga menangkap apabila dalam sebuah pertandingan, baik Liga 1, Liga 2, Liga 3, ada kecurangan terhadap pengaturan skor, itu akan ditindak secara hukum," ujar Dedi.
Polri hari ini memanggil Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Dirut PT Liga Indonesia Baru Berlington Siahaan, Manajer Madura FC Januar Hermanto, Sekjen BOPI Andreas Marbun, dan Ketua BOPI Richard Sambera. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi. [ton]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2T6mxeB
No comments:
Post a Comment