Pages

Thursday, January 24, 2019

Ini Lokasi Transaksi Suap Bupati Mesuji

INILAHCOM, Jakarta - Praktik suap Bupati Mesuji, Khamami dilakukan dengan cukup rapi. Selain tempat transaksi yang tidak umum, uang suap fee proyek dimasukkan dalam kardus.

Demikian hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat membeberkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sang bupati.

"Pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB, tim KPK mengamankan TH (adik Bupati Mesuji) di depan toko Ban di Lampung Tengah. Dari lokasi tim mengamankan uang sebesar Rp1,28 milyar dalam pecahan Rp100 ribu yang dimasukkan ke dalam kotak kardus air mineral," ujar Basaria di markas KPK, Kamis (24/1/2019).

Selain TH, tim juga mengamankan dua orang lainnya di lokasi yang sama yaitu MD (rekan TH) dan sopir Bupati Mesuji. Setelah membekuk MD dan K membawa uang SA dari Bandar Lampung ke tempat TH di Lampung Tengah.

"Uang suap dititipkan di toko Ban menunggu TH datang dan kemudian uang dipindahkan ke bagasi mobil merah," ungkapnya.

Sekitar pukul 15.30 tim bergerak ke jalan Bandar Jaya, Lampung Tengah dan mengamankan K yang merupakan pihak perantara SA. Secara paralel tim juga bergerak ke kantor milik SA di J Harun Il Tanjung Karang Timur dan mengamankan SA bersama dua orang staff keuangan.

Selanjutnya, pada pukul 01.00 dini hari, tim menuju ke Rumah Dinas Bupati dan mengamankan Khamami, Bupati Mesuji. Kemudian pada pukul 06.00 pagi hari tim mengamankan WS di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mesuji.

"KPK menetapkan 5 orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, yaitu: Diduga sebagai Penerima: KHM (Khamami), Bupati Kabupaten Mesuji periode 2017-2022, TH (Taufik Hidayat), Swasta- Adik Bupati Mesuji, WS (Wawan Suhendra), Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)," tutur Basaria.

Sedangkan 2 tersangka sisanya merupakan pihak yang diduga sebagai pemberi suap yakni, Pemilik PT Jasa Promix Nusantara, dan PT Secilia Putri, Sibron Azis; bersama satu orang swasta bernama Kardinal. [ton]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2CGQfQB

No comments:

Post a Comment