
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani berkesempatan menghadiri acara Rapat Koordinasi Gabungan Bea Cukai pada hari Rabu (23/1).
Dalam acara tersebut ia memberikan beberapa arahan kepada seluruh jajaran Bea Cukai dalam mengadapi tahun 2019, di mana beberapa poin penting yang ia tekankan adalah penindakan terhadap pelaku usaha yang tidak patuh tetap ditingkatkan, Bea Cukai harus dapat mencapai target penerimaan di tahun 2019, Bea Cukai juga diharapkan dapat secara aktif menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tiap daerah di Indonesia.
Mengawali arahannya, Menkeu mengungkapkan apresiasinya pada jajaran Bea Cukai atas capaian penerimaan yang telah melampaui target di tahun 2018, penindakan yang intensif, serta pemberian fasilitas kepada para pelaku usaha.
"Saya mengapresiasi jajaran Bea Cukai atas ketelitian dan profesionalitas petugas di lapangan dalam mencegah pemasukan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) ke Indonesia. Dari segi pengawasan di bidang cukai saya juga mengapresiasi penindakan yang telah dilakukan sehingga berhasil menekan peredaran rokok ilegal hingga turun ke 7%," ungkap Menkeu.
Masih di bidang pengawasan, Menkeu berharap agar segenap jajaran Bea Cukai dapat mengubah mindset para pelaku usaha yang tidak taat menjadi taat. "Jika dulu Bea Cukai hanya mengidentifikasi lalu membedakan perlakukan antara pengguna jasa yang taat dan tidak, sekarang kita harus bisa mengubah pengguna jasa agar menjadi taat," ujar Menkeu.
Ia juga berharap adanya sharing informasi terkait modus dan motif penyelundupan antara aparat penegak hukum dan Direktorat Jenderal Pajak untuk memaksimalkan pengawasan.
Dari segi penerimaan Bea Cukai diharapkan agar dapat "menciptakan windfall sendiri" di tahun 2019. "Di tahun 2019 akan lebih sulit dibanding tahun 2018 karena windfall yang kita dapat di tahun lalu kemungkinan tidak kita dapatkan di tahun ini. Sehingga Bea Cukai harus mampu menggali dan memfasilitasi sebesar-besarnya potensi ekonomi di masing-masing daerah untuk meningkatkan ekspor dan investasi," tegas Menkeu.
Ia juga menambahkan agar jajaran pimpinan Bea Cukai dapat mempelajari strategi mengatasi gejolak ekonomi di tahun 2014-2015 dan menjadikannya referensi strategi di tahun 2019.
Dari segi fasilitasi industri dan dukungan perdagangan, agar Bea Cukai secara aktif menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tiap daerah di Indonesia. Untuk itu, seluruh pimpinan harus dapat meningkatkan secara sistematis kapasitas organisasi dalam mendesain upaya mendorong perekonomian.
"Dalam menyusun program peningkatan ekspor dan investasi, lakukan sinergi antar Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai. Dengan kondisi dunia yang saling terhubung, tidak mungkin keberhasilan bisa dicapai jika program yang disusun hanya bersifat parsial per daerah. Jalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan dunia usaha untuk merealisasikan program kerja yang disusun," tambah Menkeu.
Menkeu juga berpesan kepada seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan di tahun politik menjelang pemilu 2019.
"Saya berpesan Hang On There! Tetaplah bertahan dan fokus kepada usaha kita untuk terus bersikap professional dan berintegritas. Terus tingkatkan pengawasan namun tetap prima dalam melayani. Terus waspada namun tidak paranoid sehingga kemudahan berusaha tetap terjaga. Terus bersinergi dengan semua pihak namun no compromise for integrity," katanya.
"Jaga terus korp Bea Cukai. Saya melihat tidak ada alasan bagi Indonesia untuk pesimis. Anda semua telah menunjukkan bahwa you are the truly asset of this republic. Selamat bekerja, semoga sukses di tahun 2019!," tambahnya.[*]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2CH8dCt
No comments:
Post a Comment