Pages

Thursday, January 24, 2019

Pemerintah Dinilai Belum Produktif Gunakan Utang

INILAHCOM, Jakarta - Utang Pemerintah Indonesia per Desember 2018 mencapai Rp4.418 triliun dari sebelumnya senilai Rp3.995 triliun, atau naik 10,5% sepanjang tahun.

Ekonom Indef Bhima Arya Yudhistira menilai, meski utang pemerintah pusat naik cukup tajam, namun penggunaan uang dari hasil utang dinilai belum begitu produktif.

"Efek dari naiknya utang pemerintah sebesar 10,5% di 2018 dirasa belum signifikan mendorong indikator produktivitas ekonomi," kata Bhima melalui pesan singkat, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Misalnya, kata dia, pertumbuhan ekonomi masih berkisar 5,1%, dan pertumbuhan ekspor berada di 6,65%. Harusnya, kata dia, dengan hutang sebanyak itu bisa mendongkrak perekonomian di dalam negeri.

Kemudian, disisi lain utang Pemerintah faktanya tidak semua untuk pengeluaran infrastruktur. Selain itu, tren belanja pegawai naik lebih tinggi yakni 40,5% dan belanja barang naik 80,9% dalam periode 2014-2018.

"Sementara belanja modal yang berkaitan dengan infrastruktur kenaikanya hanya 31,4%," ujar dia.

Dia melanjutkan, pemerintah tidak bisa melihat hanya efek jangka panjang. Tapi diharapkan bisa mengoptimalkan dampak utang di jangka pendek. Postur belanja dari utang harus di efektifkan untuk pembangunan bukan lebih banyak masuk ke pos belanja konsumtif.

"Jika postur saat ini terus dibiarkan maka utang yang masuk lampu kuning bisa berubah menjadi lampu merah," kata dia.[jat]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2UdKQaV

No comments:

Post a Comment