Pages

Monday, February 25, 2019

Februari Deflasi, Pertanda Baik untuk Daya Beli

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Assyifa Szami Ilman bilang, deflasi berdampak psotif karena memperkuat daya beli rakyat.

Akhir pekan lalu, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan adanya deflasi sebesar 0,07% pada Februari 2019. "Beberapa harga komoditas menurun. Hal ini diharapkan dapat membantu memperkuat daya beli masyarakat," kata Assyifa di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Menurut Assyifa, tingkat deflasi tersebut menunjukkan kondisi perekonomian yang relatif stabil. Artinya, deflasi sangat membantu pelaku ekonomi seperti menyesuaikan pengeluaran bulanannya.

"Hal ini (deflasi) dapat membantu masyarakat untuk mempertahankan pola konsumsinya, mengingat harga komoditas seperti beras, jagung, dan lainnya cenderung memiliki tren harga yang meningkat sebelum masuknya masa panen," jelas Assyifa.

Ia menambahkan, deflasi pada Februari 2019 ini juga tidak membahayakan wirausahawan karena angkanya yang relatif kecil dan secara tahunan (year on year/yoy), angka inflasinya masih 2,58%.

Perkiraan BI terkait deflasi pada Februari 2019 sebesar 0,07% secara bulanan (month to month/mtm), dipantik penurunan harga sejumlah komoditas pangan dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (22/2/2019), mengungkapkan hal tersebut berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan 46 kantor perwakilan BI hingga pekan ketiga Februari 2019.

"Sebagaimana kita ketahui, bulan Januari inflasi 0,32 persen, bulan ini kita bakalan deflasi 0,07 persen," ujarnya.

Perry menambahkan, jika perkiraaan bank sentral tepat, maka pada bulan kedua tahun ini, inflasi yoy akan berkisar di 2,58%, atau mendekati batas bawah sasaran target inflasi 2,5%-4,5% (yoy).

Beberapa komoditas pangan penyumbang deflasi, ujarnya, adalah cabai merah yang deflasi 0,07%; bawang merah 0,06%; telur ayam ras 0,05%; dan cabai rawit 0,02%.

Penurunan harga komoditas pangan tersebut ditambah penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax pada 10 Februari 2019 dengan variasi penurunan hingga Rp800 per liter. "Dengan demikian, ini mengonfirmasi bahwa inflasi akhir tahun ini insya Allah kita perkirakan akan lebih rendah dari 3,5 persen," katanya. [tar]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Tf6oqJ

No comments:

Post a Comment