
INILAHCOM, Jakarta - Menjelang debat ke-2 Pilpres 2019, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan upaya kubu Prabowo-Sandi menarik simpati warga Jawa Tengah adalah sebuah usaha yang sia-sia.
"Jateng tetap solid dukung Jokowi. Prabowo-Sandi lupa bahwa syarat menyerang basis pertahanan lawan itu memerlukan soliditas di internal," ungkapnya.
Menurut Hasto, upaya Prabowo-Sandi masuk ke Jateng membuat kantor pemenangan di samping kantor pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah langkah blunder karena telah melukai perasaan masyarakat Jateng yang lebih mengedepankan nilai-nilai hidup rukun serta gotong royong.
Hasto juga mengklaim bahwa, berkat kerja keras seluruh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin serta semua relawan-relawan, saat ini Jawa Barat menjadi rumah kedua setelah Jateng.
"Akibat koalisi Prabowo tidak solid, maka kolaborasi parpol koalisi Indonesia Kerja dan relawan berhasil merubah peta Jabar. Jabar saat ini menjadi Rumah Jokowi-KH Marif Amin," jelas Hasto.
Pernyataan Hasto terkait pergeseran peta politik di Jabar diperkuat dari hasil survey IndoPolling serta dari beberapa lembaga survey kredibel lainnya.
Hasto menambahkan elektabilitas paslon Jokowi-Ma'ruf Amin saat ini telah menyentuh angka 41,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandi turun menjadi 37,9 persen.
Hasil survey internal koalisi pendukung Jokowi bahkan menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin di Jabar telah mencapai angka 52,4 persen.
"Dukungan para tokoh Jawa Barat, seperti Agum Gumelar, Ridwan Kamil, TB Hasanuddin, Deddy Mizwar, Deddy Mulyadi, dan tokoh-tokoh sentral seperti Solichin GP, telah merubah drastis peta politik Jabar. Terlebih KH Ma'ruf Amin juga berkontribusi besar terhadap menguatnya dukungan umat Muslim. Posisi Pak Jokowi sebagai incumbent yang berprestasi juga menjadi faktor berubahnya peta politik tersebut," katanya. [adc]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2V2pSfI
No comments:
Post a Comment