
Hampir saja usai. tapi sediakan waktumu
untuk singgahku. lalu sejenak kita
menyimpan kegaduhan ini
di kursi dengan sebuah meja yang
terbentang, waktu saling merapat
membacakan kebohongan-kebohongan
Saat ini aku merasakan waktu begitu
dingin. karena itu, aku merindukan
selimut atau pendiangan
hampir saja waktu menghabisi malam, tapi,
para pejalan malam akan tetap
menemukan tempat persinggahan
untuk sekadar membunuh penat,
atau mengubur pikiran-pikiran kusut
karena neraka yang membakar rumah
seharian
[Isbedy Stiawan ZS]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2TPfHux
No comments:
Post a Comment