Pages

Wednesday, February 13, 2019

Kembangkan MRT, Pemprov DKI Gelontorkan Dana Hibah

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Keuangan meneken Perjanjian Hibah Daerah Pembangunan Proyek MRT Jakarta Fase II Koridor Utara-Selatan.

Perjanjian tersebut ditandatangani Gubernur DKI Anies Baswedan dan Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan Kementerian Keuangan, Ubaidi Socheh Hamidi di Balaikota DKI, Rabu (13/2/2019).

Anies menyatakan, penandatanganan ini merupakan bagian dari komitmen pendanaan agar pembangunan dan pengoperasionalan MRT Jakarta, bisa maksimal serta aman secara finansial.

Selanjut juga menjadi dasar bagi pengembangan konstruksi proyek MRT Fase II untuk Koridor Utara-Selatan. "Alhamdulillah, rencana dan persiapan panjang, hari ini tuntas. Insha Allah akan menjadi pondasi penting dalam memastikan proyek bersejarah ini. Karena itu, dana hibah dari pemerintah pusat akan sangat memperlancar proses pembangunan dan pengembangan proyek MRT ini," kata Anies.

Anies menekankan, Pemprov DKI bakal menjalankan segala kewajiban, semisal terkait penyediaan fasilitas penunjang hingga laporan keuangan.
"Kami all out, mulai menyediakan fasilitas penunjang untuk pembangunan MRT sampai kewajiban menyampaikan laporan triwulanan pelaksanaan kegiatan kepada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Kami juga melakukan update ke Kemenkeu serta Kemenhub, sehingga apa yang dikerjakan dapat dipertanggungjawabkan ke publik," kata Anies.

Sementara, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti mengatakan, pemberian hibah ini sangat penting. Terlebih, pemerintah pusat memandang MRT adalah salah satu proyek strategis nasional (PSN).

"Kami di pusat mendukung secara menyeluruh. Karena ini proyek strategis nasional yang akan memberikan dampak, bukan hanya kepada warga Jakarta, melainkan seluruh rakyat Indonesia," tutupnya.

Dalam perjanjian tersebut mencakup besaran dana hibah, sebesar 70.021.000.000 Japan Yen (JPY). Rincian penggunaannya sebagai berikut:
1. Pekerjaan sipil dan peralatan senilai JPY 59.108.000.000
2. Jasa konsultasi senilai JPY 6.311.000.000
3. Dana tak terduga senilai JPY 4.602.000.000 [ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2E76qZA

No comments:

Post a Comment