Pages

Saturday, February 23, 2019

Siapakah Beliau yang Terpilih Jadi Qadhi Bashrah?

SIAPAKAH gerangan orang yang dipilih oleh khalifah yang zuhud, Umar bin Abdul Aziz untuk menjadi qadhi di Bashrah ini? Siapakah beliau sebenarnya yang karena kecerdasan, kepandaian, dan kejeniusannya sampai dijadikan sebagai simbol dan permisalan sebagaimana permisalan kedermawanan Hatim ath-Thai, kebijakan Ahnaf bin, keberanian Amru bin Madi?

Abu Tammam memuji Ahmad bin Mutasham dengan ungkapannya:
Memiliki keberanian Amru,
Kedermawanan Hatim,
Kebijaksanaan Ahnaf,
Dan kecerdasan Iyas

Mari kita telusuri perjalanan hidup tokoh ini dari awal mulanya, sebab dia memiliki sejarah yang benar-benar menakjubkan. Nama beliau adalah Iyas bin Muawiyah bin Qurrah al-Muzanni, lahir pada tahun 46 H di daerah Yamamah Nejd. Kemudian beliau berpindah ke Bashrah beserta seluruh keluarganya. Di sanalah beliau tumbuh berkembang dan belajar. Beliau sering mondar-mandir ke Damaskus ketika masih belia untuk menimba ilmu dari sisa-sisa sahabat yang mulia dan tokoh-tokoh tabiin yang agung.

Telah nampak bakat dan kecerdasan Putra al-Muzanni yang satu ini sejak kecil. Orang-orang sering membicarakan kehebatan dan beritanya kendati beliau masih kanak-kanak. Telah diriwayatkan bahwa ketika masih kecil beliau belajar ilmu hisab di sebuah sekolah yang diajar oleh Yahudi ahli dzimmah. Pada suatu hari berkumpullah kawan-kawannya dari kalangan Yahudi itu, lalu mereka asyik membicarakan masalah agama mereka tanpa menyadari bahwa Iyas turut mendengarkannya.

Guru Yahudi itu berkata kepada teman-teman Iyas: "Tidakkah kalian heran dengan kaum muslimin itu? Mereka berkata bahwa mereka akan makan di surga, namun tidak akan buang air besar?"
Iyas menoleh kepadanya lalu berkata,
Iyas: "Bolehkah aku ikut campur dalam perkara yang kalian perbincangkan itu wahai guru?"
Guru: "Silakan!"
Iyas: "Apakah semua yang dimakan di dunia ini keluar menjadi kotoran?"
Guru: "Tidak!"
Iyas: "Lantas kemana perginya yang tidak keluar itu?"
Guru: "Tersalurkan sebagai makanan jasmani."
Iyas: "Lantas dengan alasan apa kalian mengingkari? Jika makanan kita makan di dunia saja sebagian hilang diserap oleh tubuh, maka tak mustahil di surga seluruhnya diserap tubuh dan menjadi makanan jasmani."

Merasa kalah argumen, guru itu memberikan isyarat dengan tangannya sambil berkata kepada Iyas, "Semoga Allah mematikanmu sebelum dewasa."

[baca lanjutan]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2SX5wYD

No comments:

Post a Comment