
SETIBANYA di Madinah, Abu Muslim al-Khaulani langsung menuju Masjid Nabawi. Beliau menambatkan untanya di samping masjid, kemudian memasuki Masjid Nabawi setelah mengucapkan salawat dan salam bagi Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau mendekati salah satu tiang masjid lalu salat di sana. Usai salat, Umar bin Khathab radhiyallahu anhu menghampirinya seraya bertanya,
Umar: "Dari manakah asal Anda?"
Abu Muslim: "Saya dari Yaman."
Umar: "Bagaimana kabar saudara kita yang hendak dibakar hidup-hidup oleh musuh Allah Subhanahu wa Taala lalu Alah menyelamatkannya itu?"
Abu Muslim: "Alhamdulillah dia dalam keadaan baik."
Umar: "Demi Allah, bukankah Anda orangnya?"
Abu Muslim: "Benar,"
Maka Umar bin Khathab mencium antara kedua mata Abu Muslim.
Umar: "Tidakkah Anda mendengar berita tentang apa yang dilakukan Allah Subhanahu wa Taala kepada musuh-Nya dan musuh Anda itu?"
Abu Muslim: "Tidak. Sejak meninggalkan Yaman, saya tak lagi mendengar beritanya."
Umar: "Allah Subhanahu wa Taala telah membunuh al-Ansi melalui tangan orang-orang beriman yang ada di sana dan mengakhiri kekuasaannya serta mengembalikan para pengikutnya ke jalan Allah."
Abu Muslim: "Segala puji bagi Allah yang belum mematikan saya sampai saya mendengar tewasnya penjahat itu dan kembalinya penduduk Yaman ke pangkuan Islam."
Umar: "Segala puji bagi Allah yang memberi kesempatan kepada saya untuk bertemu dengan umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang hendak diperlakukan seperti khalilullah (kesayangan Allah) Ibrahim alaihissalam."
Setelah itu Umar bin Khathab mengajak Abu Muslim menghadap khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu. Kemudian beliau berbaiat kepada khalifah muslimin itu. Setibanya Abu Muslim, Abu Bakar mempersilakan beliau duduk di antara dirinya dan Umar radhiyallahu anhu. Setelah kedua sahabat utama tersebut berbincang-bincang dan mendengarkan kisah Abu Muslim mengenai Aswad al-Ansi.
Cukup lama Abu Muslim al-Khaulani tinggal di Madinah. Dengan tekun dia datang ke Masjid Nabawi, salat di Raudhah suci dan belajar kepada para tokoh sahabat seperti Abu Ubaidah bin Jarrah, Abu Dzar al-Ghifari, Ubaidah bin Shamit, Muadz bin Jabal, dan Auf bin Malik al-Asyja. Sesudah itu beliau menuju ke Syam dan menetap di sana. Beliau memilih tinggal di perbatasan agar bisa bergabung dengan kaum muslimin memerangi Romawi dan meraih pahala mujahid fi sabilillah.
[baca lanjutan]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2BEffIM
No comments:
Post a Comment