
INILAHCOM, Jakarta - Tagar #UninstallJokowi terus bertahan di posisi puncak trending dunia. Hingga Sabtu (16/2/2019) dini hari, tagar tersebut masih berjaya dimedia sosial.
Sejumlah warganet mengatakan munculnya tagar tersebut merupakan jawaban dari tantangan 'perang' dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Kita jawab tantangan Perang Total-nya Pak Moel dari KSP (Kantor Staf Pemenangan).
Medsos kita sikat..
(@MbahUyok) February 15, 2019
Darat mari lebih gesit bergerak...#UninstallJokowi#ShutDownJokowi #InstallPrabowo
Adapula warganet yang menilai bahwa tagar tersebut begitu menyedot perhatian dan trending sebagai bentuk kekecewaan publik selama ini. Seperti yang diungkapkan warganet @abichief dibawah ini.
#UninstallJokowi means:
abirianto (@abichief) February 15, 2019
1.Remove injustice
2.Stop discrimination
3.Stop criminalization
4.Stop against human rights
5.Restore country
6.Freedom of religion
7.Stop anarchism
8.Stop corruption
9.Return democratic
10. Repair economic
11. Indonesia Great Again. United in Diversity.
Cuitan #UninstallJokowi tersebut bahkan sudah tembus diatas 300 ribu twit.
Rencana Alloh swt memang tak disangka...
jendral soedirman (@linggamusropih) February 15, 2019
Setelah habis habisan ..mencela.memfitnah.menangkap kepada lawan politik nya..
Dunia ikut serta membalas.
Install Prabowo #UnInstallJokowi
Seperti diketahui, tagar #UnInstallJokowi muncul setelah CEO Bukalapak Achmad Zaky dikritik oleh para pendukung Capres 01 Jokowi-Ma'ruf. Warganet pendukung Capres Petahana itu pada awalnya membumikan hashtag #UnsinstalBukalapak sebagai protes terhadap cuitan Zaky tentang biaya pengembangan riset digital Indonesia yang rendah.
Sebelumnya, Zaky menyebut omong kosong Industri 4.0 jika budget research & development (R&D) Indonesia masih jauh dibanding negara lain.
"Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky yang kemudian dihapus.
Zaky pun kemudian meminta maaf atas kesalahan pemahaman tersebut. Namun 'serangan' pendukung Capres Jokowi justru berbalik arah. Para pendukung Capres 02 Prabowo-Sandi menyatakan dukungan untuk Zaky dan Bukalapak hingga akhirnya menduniakan tagar #UnInstallJokowi. [fad]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2TRKM0O
No comments:
Post a Comment